Hukum Mencukur Bulu di Area Organ intim Dalam Islam, Ini Jawaban Buya Yahya

Ilustrasi organ intim.
Sumber :
  • Freepik/freepik

VoxPop –Menjaga kebersihan area genital penting untuk kesehatan organ intim. Salah satu cara yang sering dilakukan oleh pria maupun wanita adalah mencukur rambut di area tersebut.

img_title Waktu Subuh Sebentar Lagi Tiba, Masih Bolehkah Melakukan Shalat Tahajud? Begini Anjuran Buya Yahya

Mencukur rambut genital dilakukan dengan berbagai alasan. Salah satunya untuk mencegah munculnya bau tidak sedap akibat kelembapan setelah berkemih. Selain itu, beberapa orang percaya bahwa mencukur bulu di area intim dapat meningkatkan kenikmatan saat berhubungan, karena dikaitkan dengan peningkatan gairah saat berhubungan suami istri setelah area tersebut dirapikan.

Namun bagaimana islam melihat tindakan ini? Bolehkah kita mencukur bulu kemaluan? Terkait hal ini Buya Yahya angkat bicara. Dijelaskannya bahwa mencukur bulu di area genital terkait dengan kebersihan.

img_title Buya Yahya Ungkap 3 Cara Allah Menjawab Doamu, Ternyata Tak Selalu Sesuai yang Diminta

Namun di satu sisi Allah SWT menciptakan bulu di area itu dengan tujuan untuk menjaga area genital dari bakteri, kotoran, dan infeksi mikroba

”Untuk masalah mencukur mohon maaf untuk mencukur wilayah pribadi itu termasuk masalah kebersihan. Tapi Allah SWT menciptakan bulu atau rambut di wilayah tersebut memang ada hikmah yaitu untuk menjaga,” kata Buya Yahya dikutip dari tayangan YouTube Buya Yahya, Selasa 10 Februari 2026.

img_title Bukan Mendatangkan Rahmat, Cara Berdoa yang Salah Justru Bisa Mengundang Musibah

Terkait dengan mencukur bulu di area genital, Buya Yahya menyebut bahwa boleh untuk mencukurnya namun jangan dicukur habis.

”Dan tidak sebaiknya selalu bersih akan tetapi ditinggalkan pendek, bukan dibiarkan memanjang. Kalaupun dicukur bersih sesaat sesaat diperkenakan. Hanya di sana ada himbauan dalam fiqih kalau hukum pria adalah dicukur, kalau wanita dicabut. Tapi nggak akan mampu dicabut semua karena menyakitkan yang demikian itu,” jelas beliau.

Buya Yahya juga menjelaskan bahwa diperbolehkan untuk mencukur bulu di area genital demi menjaga kebersihan area genital. Mencukur bulu di area genital juga menjadi salah satu sunnah yang dianjurkan.

”Tapi yang jelas bahwasanya biasakan dibersihkan jangan sampai dibiarkan begitu saja. Akhirnya menjadi sarang aroma tidak bagus karena mohon maaf kalau rambut sering disisir, kalau basah tidak akan ditutupi kerudung kecuali sudah kering. Tapi wilayah tersebut kalau kena basah langsung kena tutup. Jika rambutnya panjang maka akan mudah kotor, itu disunnahkan membersihkan bulu kemaluan, dirapihkan itu adalah sunnah,” jelas Buya Yahya.

Ilustrasi Uang

Tak Ada Keberkahan dalam Tipu Daya, Buya Yahya Ingatkan Bahaya Besar Mencari Rezeki Hasil Menipu

Untuk menjemput rezeki tersebut, manusia berkewajiban berikhtiar diiringi dengan doa. Namun perlu hati-hati dalam mencari nafkah agar tidak terjebak penipuan

img_title
VoxPop.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut