Inovasi Kesehatan Makin Canggih! Ini Perbedaan Operasi Bedah Dulu dan Sekarang

Ilustrasi operasi bedah
Sumber :
  • Eka Hospital

Jakarta, VoxPop – Perkembangan teknologi medis membawa perubahan signifikan dalam dunia onkologi, khususnya pada tindakan pembedahan. Jika dahulu operasi kanker identik dengan sayatan besar dan masa pemulihan panjang, kini pendekatan yang digunakan semakin modern, presisi, dan minim invasif. 

img_title Cuaca Makin Panas, Ketahui Batas Suhu Udara yang Bisa Memicu Heatstroke

Transformasi ini menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Scroll lebih lanjut yuk!

Prof. Dr. dr. Agus Rizal, A.H. Hamid, Sp.U, Subs. Onk (K) menjelaskan bahwa praktik bedah onkologi telah mengalami pergeseran paradigma. 

img_title Asuransi Savara BRI Life Tawarkan Proteksi Komprehensif dan Kepastian Dana Rencana Masa Depan

Menurutnya, teknik operasi yang dulu bersifat konvensional dengan luka terbuka yang lebar kini mulai ditinggalkan. Ia menyebutkan bahwa saat ini pendekatan bedah berkembang menuju prosedur dengan sayatan yang jauh lebih kecil.

"Perkembangan di Onkologi bergesre dari operasi yang sifatnya terbuka, luka operasi besar, jadi operasi yang dengan luka lebih kecil," jelas dr. Agus Rizal, dalam acara Grand Launching Summit Robotic & Endourology Institute, di Eka Hospital MT Haryono, Jakarta, Rabu 18 Februari 2026.

img_title Riset Terbaru Economist Enterprise Soroti Pentingnya Perawatan Kesehatan Mandiri

Ia juga menambahkan bahwa inovasi terkini dalam bidang ini adalah penggunaan teknologi robotik dalam tindakan operasi. 

Melalui sistem robotik, dokter tetap memegang kendali penuh terhadap jalannya prosedur. Pergerakan instrumen bedah yang berada di tubuh pasien tetap diatur secara presisi oleh dokter melalui konsol khusus, sehingga akurasi tindakan semakin optimal.

Menurutnya, luka operasi yang lebih kecil membawa dampak besar bagi pasien. Proses pemulihan menjadi lebih cepat dan masa rawat inap dapat dipersingkat. 

"Luka kecil pastinya membuat pasien lebih cepat pulang, karena nggak ada yang betah jadi pasien," katanya.

Hal ini tentu menjadi kabar baik, mengingat sebagian besar pasien berharap dapat segera kembali ke aktivitas normal tanpa harus berlama-lama menjalani perawatan di rumah sakit.

Secara umum, minimally invasive surgery memiliki keunggulan dibandingkan operasi konvensional, seperti meminimalisir bekas luka operasi atau bahkan tanpa bekas luka, eminimalisir rasa sakit, mempercepat waktu tindakan,m empercepat pemulihan operasi, hingga menurunkan risiko komplikasi

Endoskopi, seperti laparoskopi, adalah salah satu contoh bedah minimal invasif yang umum digunakan.
Teknologi ini hadir di Summit Robotic & Endourology Institute. Eka Hospital kini menghadirkan pendekatan modern dalam tindakan urologi melalui pemanfaatan sistem robotik Da Vinci Xi. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut