Berawal Dari Guru di Maluku, Marthella Perjuangkan Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas
- Isra Berlian
Setelah menyelesaikan studi S2 di Inggris, Marthella kemudian mantap membangun platform ini di tahun 2018 lalu. Platform ini didirikannya dengan tujuan untuk menciptakan supply dan deman yang bisa inklusif di bidang ketenagakerjaan.
“Akhirnya, di 2018, pulang saya dari S2 di Inggris, saya mendirikan Konekin. Kenapa namanya konekin? Sebenarnya, karena itu yang meringkul terus di kepala kita. Dikit-dikit, eh Konekin gua dong, Konekin gua dong. Supaya sebenarnya bisa menghubungkan penyandang disabilitas dengan kesempatan kerja yang lebih baik. Jadi tujuan Konekin sendiri adalah menciptakan supply dan demand yang benar-benar bisa inklusif di bidang ketenagakerjaan,” kata dia.
Menurut Marthella, platform ini sudah menyediakan berbagai pelatihan, baik untuk penyandang disabilitas maupun perusahaan, sehingga keduanya bisa saling terhubung dengan lebih baik.
Sebagai informasi, Marthella merupakan salah satu penerima DBS Foundation Grant Program 2025. Program ini merupakan inisiatif DBS Foundation sejak 2014 untuk mendukung ratusan social enterprise dan businesses for impact (BFI) di Asia yang menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan sosial, mulai dari akses air bersih, ketahanan pangan, inklusi keuangan, hingga ketenagakerjaan inklusif.
Melalui program ini Marthella mengungkap bahwa pihaknya ingin membuat satu platform berbasis AI yang ramah terhadap penyandang disabilitas. Nantinya platform ini akan memudahkan mereka membuat profil professional, CV dan menghubungkan mereka ke kesempatan kerja yang lebih baik.
“Lewat program ini sebenarnya kita ingin bikin satu platform berbasis AI yang sangat aksesibel dan ramah terhadap penyandang disabilitas yang memudahkan mereka untuk bisa membuat profil yang profesional, CV dan juga menghubungkan mereka ke kesempatan kerja yang lebih baik. Hopefully 17 juta penyandang disabilitas usia produktif Indonesia,” kata dia.
Sebagai informasi tambahan, DBS Foundation kembali memberikan dukungan hibah sebesar SGD 4,9 juta atau sekitar Rp65 miliar kepada para 22 social enterprise dan bisnis berdampak sosial (businesses for impact/BFI) di Asia melalui DBS Foundation Grant Program 2025. Di Indonesia, dana hibah sebesar SGD 850.000 atau sekitar Rp11,2 miliar diberikan kepada lima social enterprise dan BFI, yakni Parongpong RAW Lab, KONEKIN, Nazava Water Filters, DoctorTool, dan Sosial Business Indonesia (SOBI). Dukungan tersebut diproyeksikan dapat menjangkau lebih dari 1,9 juta penerima manfaat.
