Dokter Ungkap Penyebab Gagal Ginjal yang Kini Banyak Menyerang Usia Muda

Ilustrasi ginjal.
Sumber :
  • times of india

VoxPop –Penyakit gagal ginjal menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup serius. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, diketahui bahwa 1 dari 5 orang mengalami gangguan penyakit ginjal. Bahkan belakangan ini, tren penyakit ginjal terutama gagal ginjal semakin banyak ditemukan pada usia muda. Lalu, apa yang menyebabkan gagal ginjal kini banyak terjadi pada kalangan muda?

img_title Kepergian Trisno PAS Band Jadi Pengingat, Ini 11 Gejala Gagal Ginjal yang Tak Boleh Disepelekan Kaum Adam

Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) Dr dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH mengatakan bahwa peradangan ginjal atau glomerulonefritis saat ini menjadi penyebab paling sering dari kasus gagal ginjal pada usia 20-30an.

”Pada usia muda terjadi namanya peradangan ginjal atau glomerulonefritis. Muda-muda gagal ginjal kebanyakan karena penyakit peradangan ginjal,” kata dia saat ditemui dalam acara World Kidney Day 2026 di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu 11 Maret 2026.

img_title Waspadai Penyakit Batu Saluran Kemih, Ginjal, dan Prostat, Begini Penanganan Terkini yang Perlu Diketahui

Namun sayangnya penyakit ini tidak bergejala. Maka dari itu dia menyarankan untuk menjalani pemeriksaan urin untuk mendeteksi dini penyakit gagal ginjal.

”Ini biasanya nggak bisa bergejala kecuali dia periksa urin ada sel darah merah atau ada albumin. Jadi memang selain gaya hidup sehat cek kesehatan juga penting karena di awal tidak bergejala,” jelas dia.

img_title Bukan soal Pelit! Ini 9 Hal yang Masih Rela Dibayar Generasi 60-80an, tapi Dianggap Tak Penting oleh Gen Z

Namun demikian diungkap Pringgodigdo ada salah satu tanda urine berbusa. Pada kondisi seperti ini kata dia sudah menunjukkan adanya kebocoran albumin dalam urine dengan kadar yang cukup tinggi.

“Kalau udah berbusa, berwarna, itu udah tinggi berarti tuh (kadar kebocorannya). Biasanya berwarna kemerahan itu karena ada darah. Darah bisa dari ginjalnya atau dari salurannya. Kalau dari ginjalnya tadi karena peradangannya,” kata dia.

Pola Makan

Selain itu, pola makan juga bisa turut andil dalam meningkatkan risiko gagal ginjal. Disebutnya bahwa makanan yang manis, tinggi kalori dan garam meningkatkan risiko kegemukan atau obesitas serta hipertensi. Ketiga penyakit tidak menular itu pelan-pelan dapat menurunkan fungsi ginjal dan pada akhirnya menyebabkan gagal ginjal.

”Salah satu faktor risikonya adalah kegemukan, obesitas. Makanan-makanan yang bisa menyebabkan kegemukan harus dihindari. Misalnya makanan tinggi kalori, yang manis-manis, itu kalorinya tinggi. Secara tidak langsung bisa. Begitu juga lewat hipertensi makanan-makanan yang mengandung garam yang tinggi kita tau makanan yang instan mengandung garam tinggi. Garam tinggi bisa menyebabkan hipertensi akhirnya ke penyakit ginjal,” kata dia melanjutkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut