Tips Memilih Camilan Anak Bergizi untuk Energi Selama Puasa

Ilustrasi anak makan snack
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VoxPop – Bulan Ramadan membawa perubahan pola makan di banyak keluarga Indonesia. Orang dewasa berpuasa, sementara anak-anak, terutama yang belum wajib berpuasa, tetap membutuhkan asupan camilan di antara jam makan mereka. Di sinilah keputusan orang tua menjadi penting: camilan apa yang sebaiknya diberikan kepada si kecil selama Ramadan?

img_title Terminal LPG Tanjung Sekong Jaga Pasokan 40 Persen Kebutuhan LPG Nasional

Tidak semua camilan diciptakan sama. Sebagian tinggi gula tambahan, sebagian lagi minim nilai gizi. Namun dengan sedikit perhatian ekstra, orang tua bisa memilihkan camilan yang tidak hanya disukai anak, tetapi juga mendukung tumbuh kembang mereka. Scroll lebih lanjut yuk!

Selama Ramadan, ritme makan keluarga bergeser. Suasana rumah berubah, ada sahur, buka puasa, dan tarawih. Anak-anak pun turut merasakan perubahan ini. Mereka mungkin makan lebih sedikit saat jam makan utama karena ikut merasakan suasana yang berbeda, atau justru lebih sering meminta camilan karena melihat anggota keluarga lain tidak makan siang.

img_title GIIAS 2026, Pertamina Patra Niaga Beberkan Sederet Strategi Dorong Industri Otomotif Nasional

Kondisi ini membuat camilan bukan sekadar teman bermain, melainkan sumber energi dan nutrisi yang lebih signifikan dari biasanya. Orang tua perlu lebih selektif dalam memilih, agar anak tetap aktif dan ceria sepanjang hari.

5 Tips Memilih Camilan Anak yang Tepat selama Ramadan

img_title Made In Indonesia Saja Tak Cukup Bikin Industri Dalam Negeri Berkelanjutan, Ini Penjelasannya

1. Perhatikan kandungan gula dan garam

Camilan anak idealnya tidak mengandung gula tambahan berlebihan. Biasakan membaca label nutrisi — batasi camilan dengan kandungan gula di atas 10 gram per sajian, dan perhatikan pula kandungan natrium untuk menghindari anak terlalu banyak mengonsumsi garam dalam sehari.

2. Pilih camilan yang mengandung bahan bermanfaat

Camilan berbahan dasar susu, buah, atau biji-bijian utuh memberikan nilai lebih dibandingkan sekadar keripik atau permen biasa. Kandungan kalsium dari susu mendukung pertumbuhan tulang, sementara serat dari buah membantu pencernaan anak tetap lancar.

3. Sesuaikan waktu ngemil dengan jadwal harian anak

Idealnya, anak mendapat camilan dua kali sehari: satu kali di pagi hari sekitar pukul 09.00–10.00, dan satu kali di sore hari sekitar pukul 15.00–16.00. Hindari memberi camilan terlalu dekat dengan waktu makan utama agar nafsu makan anak tidak terganggu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut