Cara Memanfaatkan AI untuk Mempermudah Pekerjaan
- Freepik
![]()
Mengenal Program Pelatihan BDT
COO Dicoding Indonesia, Dimas Catur Wibowo menjelaskan bahwa untuk program ini memiliki sejumlah keunggulan mulai dari kurikulum berstandar internasional.
”Kurikulum kami dikembangkan dengan principal school teknologi guna memastikan seluruh materinya relevan dan uptodate dengan kebutuhan industri saat ini. Kita tau teknologi berkembang secara pesat,” kata dia.
Selain itu, peserta program ini tidak hanya mengikuti pembelajaran secara daring, tetapi juga mendapatkan praktik langsung dengan kurikulum yang telah dirancang untuk menciptakan talenta digital yang mampu memanfaatkan AI.
”Peserta akan diberikan pembelajaran bagaimana memanfaatkan AI terutama untuk melakukan efisiensi kerja di sektor kreatif. Terakhir eksklusif offline offer, jadi yang salah satu yang special peserta tidak hanya secara daring tapi bisa berdiskusi atau bertatapan secara para expert kami,” kata dia.
Pendaftaran program ini sendiri telah resmi dibuka sejak Senin 13 April lalu hingga 31 Mei 2026. Program ini sendiri ditargetkan bisa menjaring 2.200 peserta. Menariknya baru satu hari dibuka tercatat peserta yang mendaftar sudah melebihi kuota yang ditentukan.
Sementara itu, kriteria yang bisa mengikuti program ini antara lain, peserta adalah WNI yang ingin memajukan ekonomi kreatif kedua memiliki semangat belajar yang tinggi dan memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap teknologi. Peserta juga memiliki komitmen semangat belajar untuk menyelesaikan program ini. Terakhir, memiliki akses komputer dan laptop karena pembelajaran ini dilakukan secara mandiri dan daring.
”Untuk pendaftaran bisa mengunjungi website resmi kami https://bdt.dicoding.com, isi pendaftaran dan mengisi data diri dan kelengkapan administrasi. Setelahnya bisa dapat akses pembelajaran. Ketika peserta menyelesaikan pembelajaran akan dapat sertifikat, dan bisa mendapatkan kesempatan
Output yang Diharapkan
Dimas Catur menjelaskan bahwa secara teknis, program pembelajaran ini dirancang dengan kurikulum yang bertujuan agar para talenta digital dapat menguasai kecerdasan buatan (AI) serta memahami cara melakukan optimalisasi penggunaannya.
”Misalnya bagaimana kita bisa memanfaatkan AI ini dengan lebih baik. Contoh kalau di industri kecil, pada proses pekerjaannya masih banyak pekerjaan repetitive yang dilakukan secara manual. Nah, dalam program ini, peserta bisa mengerti bagaimana hal-hal yang bisa dioptimisasi, hal-hal yang bisa diimplementasikan AI tersebut agar pekerjaan itu lebih efisien,” kata dia.
