Spirit Kartini Modern: Universitas Mercu Buana Kukuhkan Dua Guru Besar Perempuan Tangguh
- Istimewa
Jakarta, VoxPop –Momentum peringatan Hari Kartini tahun ini terasa lebih spesial bagi civitas akademika Universitas Mercu Buana (UMB). Bertepatan dengan tanggal 21 April, UMB resmi mengukuhkan dua Guru Besar perempuan baru dalam sebuah prosesi khidmat di Auditorium Gedung Tower, Kampus Meruya, Jakarta Barat.
Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni akademik biasa. Kehadiran Prof. Dr. Dra. Nurhayani Saragih, M.Si. (Bidang Media dan Komunikasi) dan Prof. Dr. Augustina Kurniasih, ME. (Bidang Manajemen Keuangan) menjadi simbol nyata bahwa semangat emansipasi yang diperjuangkan Raden Ajeng Kartini kini telah mencapai peran strategis sebagai pemimpin pemikiran (thought leader).
Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M. Eng., menegaskan bahwa jabatan Guru Besar adalah amanah intelektual dan moral yang besar.
"Guru Besar adalah penjaga api keilmuan sekaligus penjaga arah peradaban. Mereka tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai, etika, dan kebijaksanaan bagi generasi mendatang," ujar Profesor peneliti Robot Humanoid tersebut.
Menjaga Etika di Era Digital dan Keuangan yang Manusiawi
Di bidang Media dan Komunikasi, Prof. Nurhayani Saragih menyoroti tantangan besar di era digital. Menurutnya, publik kini bukan lagi sekadar penonton, melainkan produsen makna. Namun, di balik kemudahan itu, ada ancaman disinformasi dan fenomena hiperrealitas.
"Literasi media dan etika komunikasi menjadi sangat krusial agar komunikasi kita tidak hanya efektif, tetapi juga berkeadaban," ungkap Prof. Nurhayani dalam orasi ilmiahnya.
Di sisi lain, Prof. Augustina Kurniasih atau yang akrab disapa Prof. Ina, membawa perspektif baru dalam dunia Manajemen Keuangan. Baginya, mengelola keuangan di masa modern tidak boleh hanya terpaku pada hitungan angka dan efisiensi semata.
"Isu keadilan distribusi, keberlanjutan, serta orientasi pada nilai kemanusiaan menjadi bagian penting dalam pengelolaan sistem ekonomi modern," jelasnya.
Warisan Kartini di Dunia Akademik
Pemilihan waktu pengukuhan yang bertepatan dengan Hari Kartini merupakan refleksi konkret bahwa akses pendidikan bagi perempuan kini telah naik kelas. Perempuan tidak lagi hanya menjadi partisipan, tetapi penentu arah ilmu pengetahuan.
