Tinggal di Rumah Tak Layak? Ini Dampaknya ke Kesehatan dan Kehidupan Sehari-hari
- ist
Dalam praktiknya, perbaikan rumah tak selalu harus mewah. Hal-hal mendasar seperti atap yang tidak bocor, ventilasi yang cukup, serta tata ruang yang sesuai kebutuhan keluarga sudah bisa membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari.
“Seremoni penyerahan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) kepada masyarakat ini juga bertepatan dengan momentum hari ulang tahun PT Djarum pada 21 April lalu. Melalui program ini, kami berharap dapat menghadirkan hunian yang tidak hanya layak, tetapi juga dibangun dengan standar aman, nyaman, dan sehat. Desain hunian disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga, serta dilengkapi dengan pengaturan sirkulasi udara, pencahayaan, dan sanitasi yang baik,” ujar General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto.
Tren hunian sehat ini juga semakin relevan di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan tempat tinggal yang mendukung produktivitas. Rumah yang nyaman terbukti membantu penghuni lebih fokus bekerja, beristirahat dengan baik, dan menjalani aktivitas harian dengan lebih optimal.
“Kami ingin keberadaan Polytron benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui program RSLH 2026, kami berharap rumah yang lebih layak dapat memberikan rasa aman, nyaman, serta menjadi titik awal bagi kehidupan yang lebih baik bagi para penerima,” ucap Finance Director PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) Guido One Tuwan.
