Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Ini Dampak Psikologis bagi Korban dan Saksi

Kecelakaan maut tabrakan Kereta Rel Listrik (KRL) dengan Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Saksi kecelakaan lalu lintas juga dapat mengalami trauma mendalam karena kejadian tersebut terasa mendadak, mengancam, dan sulit diterima secara emosional.

img_title Gagal Nyalip, Pemotor Terlindas Bus Transjakarta di Jaksel

3. Flashback dan mimpi buruk

Salah satu gejala PTSD yang paling sering muncul adalah flashback atau kilas balik. Penderitanya merasa seperti sedang mengalami kembali kejadian traumatis tersebut, meski sebenarnya peristiwa itu sudah berlalu.

img_title Suara Game Mobile Legend Terdengar dari Speaker Stasiun KRL, Netizen Soroti Petugas Sedang Push Rank

Hal ini bisa dipicu oleh suara tertentu, suasana stasiun, bau asap, atau bahkan berita tentang kecelakaan serupa. Selain itu, mimpi buruk berulang juga menjadi gejala yang umum terjadi.

4. Gangguan tidur dan mudah terkejut

img_title Detik-detik 4 Mobil Tabrakan Beruntun di Tol JORR, Polisi Ungkap Dugaan Penyebabnya

Masalah tidur berat sangat berkaitan dengan munculnya PTSD setelah kecelakaan. Orang yang mengalami trauma menjadi lebih waspada, sulit rileks, dan mudah terbangun karena suara kecil sekalipun.

Mereka juga menjadi lebih mudah terkejut dan sulit merasa aman, terutama ketika harus kembali berada di lingkungan yang mengingatkan pada kejadian tersebut.

5. Menghindari aktivitas tertentu

Banyak penyintas trauma mulai menghindari tempat, aktivitas, atau situasi yang berkaitan dengan kecelakaan. Misalnya menolak naik kereta, menghindari Stasiun Bekasi Timur, atau tidak mau bepergian jauh.

Perilaku ini disebut avoidance behavior, yaitu upaya bawah sadar untuk menjauhi pemicu trauma. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, dan kualitas hidup.

6. Rasa bersalah hingga depresi

Pada kecelakaan fatal seperti tabrakan KRL vs KA Argo Bromo Anggrek, sebagian korban selamat atau saksi dapat mengalami survivor’s guilt, yaitu rasa bersalah karena selamat sementara orang lain meninggal dunia atau terluka parah.

Perasaan ini bisa berkembang menjadi depresi, menarik diri dari lingkungan sosial, kehilangan semangat hidup, hingga gangguan emosional berkepanjangan.

Tidak Harus Jadi Korban untuk Mengalami Trauma

Banyak orang mengira PTSD hanya dialami korban langsung. Padahal, menurut standar diagnosis internasional, menyaksikan peristiwa traumatis seperti kecelakaan maut juga dapat memicu gangguan psikologis yang sama.

Artinya, penumpang yang melihat proses evakuasi, petugas lapangan, keluarga korban, hingga masyarakat yang berada di lokasi kejadian juga berpotensi mengalami trauma.

Dalam kecelakaan besar, dampak psikologis seringkali baru terasa beberapa hari atau minggu setelah kejadian. Karena itu, penting untuk tidak mengabaikan gejala seperti sulit tidur, cemas berlebihan, ketakutan ekstrem, atau emosi yang tidak stabil.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut