Lebih dari Sekadar Surat, Tembang Alit Kartini Ungkap Sisi Lain RA Kartini sebagai Promotor Seni Dunia
- istimewa
Manchester, VoxPop –Gedung Perpustakaan Nasional RI menjadi saksi sebuah perhelatan seni budaya yang sarat makna pada Minggu, 19 April 2026. Mengambil tajuk “Tembang Alit Kartini”, acara ini diselenggarakan sebagai bentuk tribut untuk satu abad Rahmi Hatta sekaligus memperingati Hari Kartini.
Pertunjukan ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan sebuah pertunjukan dramatik musikal yang merajut ratusan surat RA Kartini menjadi satu alur cerita perjalanan hidup yang utuh.
Refleksi Perjuangan Lewat Nada dan Gerak
Eksklusivitas acara ini terlihat dari konsepnya yang memadukan pembacaan surat-surat Kartini dengan komposisi musik piano, biola, cello, hingga gamelan Jawa. Produser Eksekutif Tembang Alit Kartini, Aylawati Sarwono, menjelaskan bahwa pertunjukan ini mengangkat fase penting kehidupan Kartini, mulai dari masa pingitan hingga gagasannya tentang pendidikan.
"Jaya Suprana menciptakan ‘Tembang Alit’, komposisi solo piano karya pertamanya pada tahun 1984, yang menjadi bagian penting dalam pergelaran ini," ujar Aylawati yang juga merupakan Direktur Utama MURI.
Sutradara Wawan Sofwan, yang dikenal ahli dalam mementaskan naskah-naskah sejarah, berhasil meramu narasi tersebut agar terasa relevan dengan konteks kekinian. Baginya, tantangan terbesar adalah menunjukkan bahwa nilai perjuangan perempuan bisa diwujudkan lewat aksi nyata sehari-hari.
Sisi Lain Kartini: Sang Impresario Seni
Salah satu poin menarik yang diungkap dalam pementasan ini adalah peran RA Kartini yang jarang diketahui publik. Ternyata, Kartini bukan hanya seorang penulis surat, melainkan sosok impresario aktif yang mempromosikan seni ukir Jepara ke kancah internasional.
15 Tokoh Perempuan Raih Rekor MURI
Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan prestasi, sebanyak 15 tokoh perempuan nasional yang terlibat dalam pembacaan surat Kartini berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Para peraih penghargaan tersebut berasal dari berbagai latar belakang organisasi, di antaranya:
- Halida Nuriah Hatta (Ketua Yayasan Hatta).
- Hetty Andika Perkasa (Ketua Perempuan Laju Perkasa).
- Inaya Wulandari Wahid (Jaringan Gusdurian).
- Asha Smara Darra (Ketua Yayasan Umaratu).
- Ayu Heni Rosan (Ketua Yayasan Citra Kartini Indonesia).
- Sendy Dede Yusuf (Ketua Yayasan Batik Jawa Barat).
- Nanik Hadi Tjahjanto (Ketua Umum KOWANI 2024–2029).
- (Serta delapan tokoh inspiratif lainnya).
