Jangan Takut Gagal: Menumbuhkan Jiwa Solutif Generasi Muda di Tengah Ketidakpastian Dunia Usaha
- Istimewa
Jakarta, VoxPop – Dunia usaha yang bergerak dinamis menuntut generasi muda untuk tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki mentalitas yang adaptif dan solutif. Menjawab tantangan tersebut, Lens of Perseverance berkolaborasi dengan Eduquip Education, Duta Inisiatif, dan HeyHo Rare sukses menyelenggarakan seminar kewirausahaan interaktif bertema “Mengembangkan Mindset Kewirausahaan Sejak Dini” di SMAN 4 Jakarta.
Kegiatan yang berlangsung edukatif ini diikuti oleh 45 siswa kelas 10. Fokus utama dari program ini adalah memperkenalkan pola pikir kewirausahaan, mengasah kemampuan pengambilan keputusan yang cepat, serta menanamkan pentingnya menghadapi ketidakpastian dengan sikap yang tangguh.
Acara dipandu secara dinamis oleh Valencia Wijono selaku Founder Lens of Perseverance yang bertindak sebagai moderator. Seminar ini menghadirkan Yonatan Anugerah, Founder HeyHo Rare, sebagai pembicara utama. Dalam sesi talkshow, Yonatan membagikan rekam jejak dan jatuh bangunnya dalam membangun serta mengembangkan bisnis di tengah kondisi pasar yang terus berubah-ubah. Salah satu pesan mendalam yang ia tekankan kepada para peserta adalah urgensi membangun keberanian dalam menerjang ketidakpastian.
“Menjadi wirausaha, kalian harus berkenalan dengan ketidakpastian, dan mencari solusi, bukan menyerah,” ujar Yonatan Anugerah di hadapan para siswa dalam sesi talkshow tersebut.
Melalui diskusi interaktif ini, para siswa diajak untuk memperluas perspektif bahwa kewirausahaan tidak melulu soal berjualan atau mencari keuntungan materi semata. Lebih dari itu, esensi wirausaha terletak pada kemampuan berpikir kritis, mengambil keputusan strategis meski dengan informasi yang terbatas, fleksibilitas dalam beradaptasi terhadap perubahan, serta konsistensi dalam mencari jalan keluar atas setiap hambatan yang ada.
Simulasi Nyata Membangun Usaha
Tidak hanya mendengarkan paparan materi dan tanya jawab, para siswa juga ditantang untuk mempraktikkan langsung ilmu yang didapat melalui sesi kerja kelompok yang interaktif. Dalam simulasi bisnis sederhana ini, setiap kelompok kecil diwajibkan merancang konsep ide usaha dari hulu ke hilir.
Mereka dituntut untuk menentukan produk atau jasa yang memiliki daya jual, memetakan target pasar yang spesifik, merancang strategi pemasaran yang efektif, memilih lokasi penjualan yang strategis, hingga menghitung estimasi modal awal yang dibutuhkan. Melalui simulasi intensif ini, para peserta dapat merasakan secara langsung ketatnya proses berpikir linier seorang wirausahawan saat merintis sebuah bisnis dari nol.
