Mengapa Atlet Sepak Bola Piala Dunia Begitu Menarik di Mata Wanita? Ini Penjelasan Ilmiahnya
- AP Photo/Themba Hadebe
VoxPop –Perhelatan Piala Dunia selalu berhasil mencuri perhatian publik. Bukan hanya karena pertandingan yang seru, pesona para pemain yang tampil di lapangan juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi kaum wanita.
Tak sedikit pesepak bola yang mendapat julukan 'girl crush' berkat kombinasi kemampuan bermain dan penampilan mereka yang menawan. Sebut saja pemain tim nasional Korea Selatan Lee Kang-in, pemain Jepang Shogo Taniguchi, hingga Keito Nakamura.
Para atlet ini tidak hanya dikenal karena wajah tampan, tetapi juga kemampuan mereka yang sudah terbukti di level tertinggi sepak bola dunia. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa pesepak bola begitu mudah menarik perhatian dan membuat banyak wanita terpikat?
Ternyata ada loh sebuah studi yang menarik terkait hubungan antara ketertarikan wanita terhadap atlet pria. Dalam hipotesis di jurnal Evolutionary Psychology yang dirilis tahun 2010, peneliti menduga bahwa perempuan menyukai pria atletis karena pria yang aktif berolahraga dianggap lebih sehat. Selain itu, seorang atlet biasanya menunjukkan kualitas seperti motivasi yang tinggi, kekuatan, ketekunan, semangat juang, dan kemampuan bekerja sama dengan orang lain.
Di samping itu, terdapat fenomena psikologis yang dikenal sebagai halo effect atau efek halo. Melalui efek ini, seseorang yang terbukti unggul dalam satu bidang cenderung dianggap memiliki kualitas positif dalam bidang-bidang lain juga. Dengan kata lain, pria yang berprestasi dalam olahraga sering kali diasumsikan lebih kompeten secara umum.
Dalam penelitian yang melibatkan 125 pperempuan dan 119 laki-laki dari sebuah universitas di Kanada diketahui bahwa secara umum atlet dianggap Lebih stabil secara emosional, memiliki kemampuan sosial yang lebih baik, tidak terlalu malas. Selain itu, atlet lebih sehat, lebih percaya diri, lebih kompetitif dan lebih cenderung memiliki banyak pasangan.
Mana yang Lebih Berpengaruh: Olahraga, Daya Tarik Fisik, atau Status Sosial?
Melansir laman Realmanrealstyle, baik tingkat daya tarik fisik maupun status sosial sama-sama meningkatkan persepsi terhadap karakteristik positif seseorang. Namun menariknya, keterlibatan dalam olahraga ternyata memberikan pengaruh yang hampir sama kuatnya dengan daya tarik fisik dalam membentuk kesan positif. Meski demikian, faktor yang memberikan dampak terbesar adalah status sosial yang tinggi, yaitu ketika seseorang dihormati dan dihargai oleh lingkungan sekitarnya.
Lantas apa yang bisa dipelajari dari penelitian ini? Pertama, menjadi seorang atlet memang meningkatkan persepsi positif terhadap berbagai sifat yang dianggap menarik pada seorang pria.
Kedua, memiliki wajah yang menarik memang membuat orang lain cenderung menilai seseorang secara lebih positif. Hal ini sesuai dengan konsep halo effect.
Namun yang menarik, menjadi atlet memberikan peningkatan persepsi positif yang hampir setara dengan memiliki daya tarik fisik yang tinggi. Dengan kata lain, bagi pria yang merasa tidak terlalu unggul secara fisik, aktif berolahraga dapat menjadi cara efektif untuk meningkatkan bagaimana orang lain memandang kualitas-kualitas positif dalam dirinya.
Meskipun demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang paling kuat dalam meningkatkan daya tarik seseorang adalah reputasi sosial yang baik. Artinya, menjadi pribadi yang disukai, dihormati, dan dihargai oleh lingkungan sekitar merupakan salah satu kualitas yang paling menarik di mata orang lain.
