Kenali Gejala Kebocoran Katup Jantung hingga Teknologi Terbaru yang Jadi Alternatif Operasi
- Freepik/Magnific
Siapa yang Cocok Menjalani Prosedur Ini?
Tidak semua pasien kebocoran katup jantung memerlukan alat tersebut. Prosedur ini terutama diperuntukkan bagi pasien dengan kebocoran katup mitral akibat proses degeneratif atau gangguan fungsional, terutama mereka yang memiliki risiko tinggi jika menjalani operasi.
Prof. Yoga mencontohkan pasien berusia 72 tahun yang mengalami kebocoran katup mitral berat, kemampuan pompa jantung hanya sekitar 25 persen, serta sudah berulang kali dirawat akibat gagal jantung.
"Melakukan operasi pada pasien seperti ini risikonya lebih besar. Dengan itu kita lakukan tindakan MitraClip untuk memperbaiki katup mitral yang bocor tanpa operasi," katanya.
Ia menambahkan bahwa pada pasien yang lebih muda dengan kondisi jantung masih baik, operasi terbuka masih menjadi pilihan terbaik karena memberikan hasil jangka panjang yang optimal.
Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan
Kebocoran katup mitral sering berkembang secara perlahan sehingga banyak penderita tidak menyadari kondisinya. Prof. Yoga menyebut beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain mudah lelah, sesak napas saat beraktivitas, hingga kesulitan bernapas ketika berbaring.
"Kalau kemampuan pompa jantung sudah sangat menurun, biasanya berjalan sekitar 100 meter saja pasien sudah sesak," jelasnya.
Pada kondisi yang lebih berat, penderita bahkan harus tidur dalam posisi setengah duduk karena mengalami sesak saat berbaring.
Prosedur Lebih Singkat dan Pemulihan Cepat
Salah satu keunggulan MitraClip adalah waktu tindakan yang relatif singkat dibanding operasi jantung terbuka.
Setelah prosedur selesai, pasien umumnya hanya memerlukan perawatan selama dua hingga tiga hari sebelum diperbolehkan pulang.
Selain itu, tindakan dilakukan tanpa menghentikan kerja jantung sebagaimana operasi terbuka yang membutuhkan mesin bypass jantung-paru.
Kualitas Hidup Pasien Diharapkan Meningkat
Perbaikan katup tidak hanya bertujuan mengurangi kebocoran darah, tetapi juga meningkatkan kemampuan pasien dalam beraktivitas sehari-hari.
"Kalau cuma kembali seperti sebelum diklip, tidak perlu dilakukan. Yang diharapkan justru kondisinya menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Quality of life akan meningkat secara signifikan," kata Prof. Yoga.
Pentingnya Deteksi Dini
Masyarakat juga diingatkan agar tidak menganggap remeh keluhan seperti cepat lelah atau sesak napas saat beraktivitas.
