Cek Kecocokan Cinta Berdasarkan Shio, Siapa Jodoh Terbaikmu?
- Freepik
VoxPop –Saat mencari kecocokan cinta berdasarkan shio sebenarnya yang dicari kebanyakan orang bukan sekadar tabel yang menunjukkan shio mana yang cocok atau tidak. Mereka sedang mencari jawaban yang bisa menguatkan atau justru membantah perasaan yang sudah mereka miliki terhadap seseorang.
Padahal, dalam kepercayaan tradisional Tiongkok, kecocokan cinta jauh lebih kompleks. Bukan hanya ditentukan oleh shio, tetapi juga dipercaya berada di tangan Yuelao, dewa perjodohan yang dikenal sebagai sosok di balik legenda benang merah takdir (red string of fate).
Konon, Yuelao mengikatkan benang merah yang tak kasatmata kepada dua orang yang memang telah ditakdirkan untuk bersama. Shio hanya membantu menggambarkan seperti apa dinamika hubungan mereka. Namun, shio tidak menentukan apakah hubungan itu akan bertahan atau berakhir. Keputusan itu tetap bergantung pada kedua orang yang menjalaninya.
Berikut ini panduan pasangan yang paling serasi maupun yang sering bertolak belakang, diantara shio seperti dilansir dari laman kaucim, Minggu 5 Juli 2026.
Tikus
Pemilik shio Tikus dikenal cerdas, teliti, dan diam-diam memiliki sisi romantis. Mereka mudah jatuh hati kepada orang yang memperhatikan hal-hal kecil.
Pasangan yang paling cocok adalah Naga karena sama-sama ambisius dan saling menghargai kerja keras, serta Monyet yang mampu menjadi teman berdiskusi sekaligus pasangan yang menyenangkan. Tikus juga memiliki kecocokan kuat dengan Kerbau, karena Kerbau mampu menenangkan sifat Tikus yang sering gelisah.
Pasangan yang paling menantang adalah Kuda, karena keduanya memiliki cara hidup yang sangat berbeda. Dalam hubungan, Tikus ingin merasa dipilih secara khusus, bukan sekadar menjadi salah satu pilihan.
Kerbau
Kerbau membutuhkan waktu lama untuk membuka hati, tetapi begitu berkomitmen, mereka sangat setia. Kesetiaan mereka dibangun melalui keteguhan dan hubungan jangka panjang.
Kerbau paling cocok dengan Ular yang sama-sama tenang dan mendalam, serta Ayam yang menghargai keteraturan. Mereka juga memiliki kecocokan alami dengan Tikus.
Sebaliknya, hubungan dengan Kambing sering kali penuh tantangan karena sifat lembut Kambing terkadang dianggap sebagai bentuk ketidakjelasan oleh Kerbau. Saat terluka, Kerbau biasanya tidak langsung mengungkapkannya. Mereka perlahan menjaga jarak tanpa banyak bicara.
