Cedera Padel Bisa Berbahaya, Dokter Ungkap Cara Mencegah dan Mengatasinya
- Freepik
VoxPop – Pengenalan olahraga padel yang semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir membuat olahraga ini menjadi salah satu aktivitas fisik favorit masyarakat. Menggabungkan unsur tenis dan squash, padel menawarkan permainan yang dinamis, mudah dipelajari oleh pemula, sekaligus menyenangkan dimainkan bersama teman maupun keluarga. Selain mampu membakar kalori, olahraga ini juga bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran jantung, melatih koordinasi tubuh, memperkuat otot, hingga membantu mengurangi stres.
Meski demikian, di balik keseruannya, padel juga memiliki risiko cedera yang tidak boleh dianggap remeh. Karakter permainan yang mengharuskan pemain berlari cepat, berhenti mendadak, melompat, serta melakukan gerakan memutar secara berulang membuat tubuh bekerja lebih keras. Apabila dilakukan tanpa teknik yang benar atau kondisi fisik yang kurang siap, risiko cedera pun meningkat.
Cedera yang Sering Terjadi Saat Bermain Padel
Sama seperti olahraga raket lainnya, padel dapat memicu berbagai jenis cedera, mulai dari yang ringan hingga membutuhkan tindakan medis lebih lanjut. Berikut beberapa cedera yang paling sering dialami pemain padel:
1. Cedera pergelangan kaki (ankle sprain)
Perubahan arah secara tiba-tiba saat mengejar bola dapat menyebabkan pergelangan kaki terkilir akibat ligamen tertarik atau robek.
2. Cedera lutut
Gerakan berputar dan berhenti mendadak berisiko menimbulkan cedera pada ligamen maupun meniskus lutut.
3. Cedera bahu
Aktivitas memukul bola berulang kali, terutama saat melakukan smash, dapat menyebabkan gangguan pada otot maupun tendon bahu.
4. Tennis elbow (cedera siku)
Meski identik dengan tenis, cedera pada siku akibat penggunaan otot lengan berlebihan juga cukup sering dialami pemain padel.
5. Cedera otot paha dan betis
Kurangnya pemanasan atau kelelahan otot dapat memicu strain atau robekan otot ketika melakukan sprint.
6. Nyeri punggung bawah
Gerakan rotasi tubuh yang berulang dapat memberikan tekanan pada tulang belakang dan otot punggung.
Karena itu, persiapan fisik menjadi faktor penting sebelum turun ke lapangan terutama dalam ajang turnamen seperti FIP Bronze Banten 2026. Tidak hanya pemanasan, pemain juga perlu memperhatikan kekuatan otot, fleksibilitas, teknik bermain, serta waktu pemulihan agar tubuh tetap dalam kondisi optimal.
