5 Tanda Nyeri Lutut yang Tak Boleh Lagi Dianggap Sepele
- Pixabay.
VoxPop –Nyeri lutut menjadi salah satu keluhan yang sering dialami orang dewasa, terutama seiring bertambahnya usia. Namun, kondisi ini juga dapat menyerang mereka yang aktif berolahraga, memiliki berat badan berlebih, atau pernah mengalami cedera.
Banyak orang menganggap nyeri lutut akan hilang dengan sendirinya. Padahal, jika keluhan terus berlanjut dan semakin mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya kerusakan pada sendi lutut yang memerlukan penanganan medis.
Lantas, kapan nyeri lutut tidak boleh lagi dianggap sepele?
1. Nyeri Tidak Kunjung Hilang Meski Sudah Istirahat
Rasa nyeri setelah berolahraga memang normal. Namun, jika rasa sakit tetap muncul selama berminggu-minggu meski sudah beristirahat dan mengonsumsi obat pereda nyeri, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Keluhan yang berlangsung lama bisa menjadi tanda osteoarthritis, cedera meniskus, atau gangguan pada tulang rawan sendi.
2. Sulit Naik Turun Tangga
Salah satu gejala awal kerusakan sendi lutut adalah rasa nyeri ketika menaiki atau menuruni tangga. Aktivitas sederhana seperti jongkok, berdiri dari kursi, hingga berjalan menurun juga bisa terasa semakin berat. Jika kondisi ini mulai mengganggu aktivitas harian, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
3. Lutut Bengkak dan Terasa Kaku
Pembengkakan yang disertai kekakuan, terutama saat bangun tidur atau setelah lama duduk, tidak boleh diabaikan. Kondisi ini dapat terjadi akibat peradangan pada sendi maupun kerusakan tulang rawan yang membuat pergerakan lutut menjadi terbatas.
4. Lutut Sering Berbunyi Disertai Nyeri
Suara "krek" atau "klik" pada lutut sebenarnya tidak selalu berbahaya. Namun, jika bunyi tersebut disertai rasa sakit, bengkak, atau lutut terasa seperti bergeser dan tidak stabil, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sendi atau ligamen yang perlu dievaluasi oleh dokter.
5. Nyeri Sudah Mengganggu Aktivitas Sehari-hari
Ketika nyeri membuat seseorang sulit berjalan jauh, berbelanja, berolahraga, hingga mengganggu kualitas tidur, artinya keluhan tersebut sudah memengaruhi kualitas hidup. Pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi apabila pengobatan, fisioterapi, maupun perubahan gaya hidup tidak lagi mampu mengurangi keluhan.
