Mengenal LVAD, Alat Bantu Jantung Terkecil yang Buka Peluang Baru Pengobatan Gagal Jantung

ilustrasi gagal jantung.
Sumber :
  • U-Report

"Kami tidak ingin rumah sakit nasional hanya menjadi penonton. Kami ingin menjadi pemain. Indonesia harus menjadi kebanggaan di bidang layanan kesehatan," ujarnya.

img_title Tingkah Polah Aldi Taher Pakai Baju Kambing demi Selamatkan Jantung

Ia bahkanberharap pasien dari negara lain, termasuk Singapura dan Malaysia, kelak datang ke Indonesia untuk memperoleh layanan implantasi LVAD. 

"Kalau teknologinya sudah terbukti berhasil di Indonesia, mengapa pasien dari negara lain tidak datang ke sini? Ini menjadi peluang besar bagi layanan kesehatan nasional," katanya.

img_title Hantavirus Ancam Penderita Jantung, Dokter Minta Tingkatkan Kewaspadaan

Sebagai informasi, LVAD adalah sebuah alat bantu pompa jantung otomatis yang dipasang melalui operasi. Alat ini dapat membantu ventrikel kiri jantung untuk memompa darah pada pasien dengan fungsi jantung yang melemah. Ada beberapa manfaat LVAD bagi pasien yakni:

1. Meningkatkan Kualitas Hidup

img_title 4 Gejala Atrial Fibrilasi yang Sering Terabaikan, Jadi Penyebab Stroke hingga Gagal Jantung

Pemasangan left ventricular assist device dapat membantu mengurangi gejala gagal jantung, seperti kelelahan, sesak napas, dan keterbatasan dalam beraktivitas. Dengan begitu, penderita dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

2. Menghindari Berbagai Komplikasi Gagal Jantung

Perbaikan kinerja jantung dan aliran darah ke seluruh organ tubuh akan meningkatkan performa sistem tubuh secara keseluruhan. Dengan begitu, fungsi berbagai organ dalam, seperti ginjal, otak, dan hati akan membaik, serta daya tahan tubuh meningkat.

3. Meningkatkan Harapan Hidup

Penelitian dengan alat LVAD terkini menunjukkan angka keberlangsungan hidup mencapai 60% dalam 5 tahun. Hal ini berbeda jauh dibandingkan dengan penderita gagal jantung lanjut yang hanya mengandalkan obat-obatan, yang mana hanya mencapai 30–50% dalam 1 tahun.
 
Sementara itu, Founder an Chairman Borderless Healthcare Group sekaligus pendiri HeartSpan.ai, Dr. Wei Siang Yu, mengatakan keberhasilan implantasi LVAD bukan hanya tentang pemasangan alat, tetapi juga pembangunan ekosistem layanan gagal jantung secara menyeluruh.

Kolaborasi antara HeartSpan.ai, RSCM, dan berbagai mitra internasional mencakup donasi perangkat, pelatihan dokter, transfer pengetahuan, hingga pengembangan sistem layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).

"Ini bukan sekadar menghadirkan perangkat medis, tetapi membangun ekosistem pelayanan gagal jantung yang berkelanjutan melalui pelatihan, inovasi, dan kolaborasi internasional," ujarnya.

Ia mengungkapkan Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat rehabilitasi kardiovaskular di kawasan Asia, termasuk mengembangkan layanan cardiac longevity resort di destinasi seperti Bali dan Lombok.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut