Bukan Cuma Hormonal, Ini 7 Kebutuhan Wanita Saat Menopause yang Sering Diabaikan

Ilustrasi wanita menopause
Sumber :
  • freepik

VoxPop – Menopause bukan sekadar fase ketika menstruasi berhenti. Bagi banyak perempuan, masa transisi menuju menopause dapat membawa berbagai perubahan fisik dan emosional, mulai dari siklus haid yang tidak teratur, sensasi panas atau hot flashes, gangguan tidur hingga perubahan suasana hati atau mood swing.

img_title Wegovy Berpotensi Turunkan Risiko Migrain hingga Depresi pada Perempuan Menopause

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut menopause sebagai bagian alami dari proses penuaan perempuan yang umumnya terjadi pada usia 45 hingga 55 tahun. Perubahan hormonal selama masa perimenopause dan setelah menopause dapat memengaruhi kondisi fisik, emosional, mental, hingga kehidupan sosial. 

Karena itu, kebutuhan perempuan menopause sebenarnya tidak berhenti pada produk tertentu. Mereka membutuhkan dukungan yang lebih menyeluruh agar tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman dan sehat.

img_title Tak Hanya Wanita Pria Juga Bisa Menopause, Kenali Ciri-cirinya!

Lantas, apa saja yang sebenarnya dibutuhkan perempuan saat memasuki masa menopause?

1. Informasi yang akurat tentang menopause

img_title Kupas Mitos dan Fakta Menopause, Film The M Factor Bangun Pemahaman Lebih Mendalam

Hal pertama yang dibutuhkan adalah pemahaman mengenai apa yang terjadi pada tubuh. Menopause merupakan proses biologis alami, bukan penyakit. Seorang perempuan dinyatakan telah mengalami menopause setelah tidak menstruasi selama 12 bulan berturut-turut tanpa penyebab lain.

Pengetahuan tersebut penting agar berbagai perubahan yang muncul tidak langsung dianggap sebagai masalah kesehatan yang menakutkan. Pemahaman yang baik juga membantu perempuan mengetahui kapan keluhan masih tergolong umum dan kapan perlu dikonsultasikan kepada tenaga medis.

2. Dukungan untuk mengatasi perubahan suasana hati

Mood swing menjadi salah satu keluhan yang dapat muncul selama transisi menopause. Perubahan hormon dapat berjalan bersamaan dengan gangguan tidur, rasa tidak nyaman akibat hot flashes, kecemasan, hingga perubahan kondisi emosional.

WHO juga mencatat perubahan suasana hati, depresi, kecemasan dan gangguan tidur sebagai bagian dari keluhan yang dapat dialami selama masa perimenopause dan menopause. 

Karena itu, perempuan menopause membutuhkan lingkungan yang tidak menganggap perubahan emosi sebagai sesuatu yang berlebihan. Dukungan pasangan, keluarga, teman, maupun lingkungan kerja dapat membantu perempuan melewati fase tersebut dengan lebih baik.

3. Pola makan bergizi dan seimbang

Kebutuhan nutrisi juga menjadi semakin penting ketika memasuki usia menopause. Pola makan seimbang dengan sumber protein, sayuran, buah, biji-bijian, serta sumber kalsium dan vitamin D dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh.

Hal ini penting karena penurunan kadar estrogen setelah menopause berkaitan dengan perubahan kesehatan tulang dan meningkatnya sejumlah risiko kesehatan. WHO mencatat bahwa kehilangan kepadatan tulang pada masa menopause menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap osteoporosis dan risiko patah tulang. 

Namun, kebutuhan suplemen tertentu sebaiknya tidak ditentukan secara sembarangan. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu menyesuaikan kebutuhan berdasarkan kondisi masing-masing perempuan.

4. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin

Berolahraga juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan selama dan setelah menopause. Aktivitas fisik dapat membantu mempertahankan kebugaran, kekuatan otot, kesehatan tulang serta mendukung kesehatan jantung.

Bentuk olahraga tidak harus selalu berat. Jalan kaki, latihan kekuatan, senam, yoga, maupun aktivitas fisik lain yang sesuai dengan kondisi tubuh dapat menjadi pilihan.

BKKBN juga menekankan pentingnya aktivitas fisik, pola makan sehat dan tidur yang cukup dalam menjaga kesehatan perempuan menuju usia lanjut. 

5. Produk yang ramah terhadap kebutuhan tubuh

Kebutuhan perempuan menopause juga berkaitan dengan produk yang digunakan sehari-hari. Perubahan hormonal dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering, sementara sebagian perempuan mengalami kekeringan atau ketidaknyamanan pada area intim.

Karena itu, produk perawatan sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan tubuh dan kenyamanan, bukan semata-mata karena tren. Produk dengan informasi penggunaan yang jelas dan klaim yang dapat dipertanggungjawabkan dapat membantu perempuan menentukan pilihan secara lebih bijak.

Hal ini sejalan dengan temuan riset GenM yang menunjukkan adanya kebutuhan besar terhadap produk yang lebih mudah dikenali sebagai produk yang ramah bagi perempuan menopause. Berdasarkan data tersebut, 94 persen perempuan menginginkan produk dengan penandaan ramah menopause, tetapi 66 persen masih mengalami kesulitan menemukannya.

6. Akses terhadap layanan kesehatan

Kebutuhan yang tidak kalah penting adalah akses terhadap tenaga kesehatan. Keluhan menopause yang mengganggu aktivitas sehari-hari tidak seharusnya selalu dianggap sebagai sesuatu yang harus ditahan.

Dokter dapat membantu mengevaluasi gejala dan menentukan pilihan penanganan yang sesuai. WHO menyatakan bahwa terdapat berbagai intervensi hormonal maupun nonhormonal yang dapat membantu meredakan gejala menopause, dengan pilihan terapi perlu mempertimbangkan riwayat kesehatan, kondisi dan preferensi masing-masing perempuan. 

7. Lingkungan yang lebih memahami menopause

Terakhir, perempuan menopause membutuhkan dukungan sosial. Perubahan yang terjadi tidak hanya berlangsung di dalam tubuh, tetapi juga dapat memengaruhi pekerjaan, hubungan keluarga dan kehidupan sehari-hari.

Isu menopause pun semakin relevan seiring bertambahnya jumlah perempuan yang menjalani kehidupan hingga usia lebih panjang. WHO menilai menopause perlu ditempatkan sebagai bagian penting dari pendekatan kesehatan perempuan sepanjang hayat, bukan sebagai topik yang hanya dibicarakan ketika gejalanya sudah mengganggu. 

Dengan demikian, kebutuhan perempuan menopause sebenarnya jauh lebih luas daripada sekadar mencari cara untuk mengatasi mood swing. Mereka membutuhkan informasi yang benar, pola hidup sehat, produk yang sesuai, layanan kesehatan yang mudah diakses serta dukungan dari lingkungan.

Memahami kebutuhan tersebut menjadi langkah penting agar menopause tidak lagi dipandang sebagai fase yang harus ditakuti, melainkan sebagai salah satu tahapan kehidupan yang perlu dipersiapkan dan dijalani dengan dukungan yang tepat.

Menopause

Mudah Banget Dilakukan! 3 Kebiasaan Sehari-hari yang Terbukti Membantu Meredakan Gejala Menopause

Penelitian mengungkap tiga perubahan gaya hidup yang dapat membantu mengurangi gejala menopause, mulai dari olahraga hingga pola makan sehat tanpa terapi hormon.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut