Ada Retakan, Afrika Terancam Terbelah Dua

Kota Asmara di Afrika Timur.
Sumber :
  • Reuters

VoxPop – Fenomena alam terjadi di Afrika baru-baru ini. Para ahli geologi mengklaim menemukan beberapa retakan besar di Kenya yang membentang luas di kota Mai Mahiu di Lembah Rift atau Great Rift Valley.

img_title Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Meksiko Picu Peringatan Tsunami, Warga Diimbau Jauhi Pantai

Mengutip situs Dailymail, Kamis, 5 April 2018, peneliti menyebut retakan tersebut muncul di Patahan Besar Afrika atau The East African Rift System diakibatkan oleh hujan lebat dan gempa Bumi.

Pakar Geologi David Adede mengaku jika retakan besar disebabkan oleh banjir yang membelah jalan raya utama, sehingga menyebabkan pergeseran lapisan bawah tanah dan menciptakan lubang besar.

img_title Fantastis! Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.930 Orang

Namun, beberapa peneliti mengklaim gempa Bumi yang mengakibatkan retakan itu muncul, kendati tak ada catatan aktivitas seismik.

Kebiasaan minum darah di Afrika

img_title Bertambah! Korban Tewas Gempa Venezuela Kini Tembus 3.889 Jiwa

“Apa pun itu, kemungkinan besar retakan ini sudah ada sejak lama. Tapi tertutup abu vulkanik Gunung Langonot. Nah, saat hujan deras maka air membersihkan abu vulkanik yang menyelimutinya, dan seakan-akan membentuk retakan muncul,” kata Adede.

Lembah Rift, dataran rendah yang membentang berbentuk linier di Benua Afrika, terletak diantara dataran tinggi yang membentang dari Suriah utara sampai Mozambik di Afrika Timur.

Apabila dilihat dari satelit, lembah ini seperti "merobek" Benua Afrika menjadi dua, lempeng Somali dan Nubia.

Dengan adanya fenomena geologi ini, empat negara yang berada di tanduk Afrika yaitu Somalia, Ethiopia, Kenya dan Tanzania diperkirakan akan terpisah dari Afrika dan membentuk benua baru.

Benua ini disebut Lempengan Somalia atau Somalia Plate, dan akan terbentuk utuh sekitar 50 juta tahun lagi.

Ilustrasi gempa bumi

Gempa Bumi M 5,5 Guncang Peru, 5 Orang Tewas

Gempa bumi bermagnitudo 5,5 melanda Peru tengah, Sabtu malam 18 Juli 2026, mengakibatkan lima orang tewas dan 20 lainnya terluka, menurut laporan surat kabar La Republica

img_title
VoxPop.co.id
20 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut