Terima Pesan Ini, Waspadalah Pengguna Android

Tanda malware Roaming Mantis
Sumber :
  • Dokumen Kaspersky Lab

VoxPop – Peneliti keamanan Kaspersky Lab mengingatkan pengguna smartphone Android untuk berhati-hati, jika menerima pesan pop-up untuk memperbaharui versi Chrome pada smartphone mereka. 

img_title Dari Malware hingga Brute Force, Ancaman Siber Kini Makin Sulit Dideteksi

Pesan yang dimaksud berbunyi 'To better experience the browsing, update to the latest chrome version'. Jika pengguna mengklik pada tautan tersebut, akan memicu instalasi aplikasi Trojan dengan nama ‘facebook apk’ atau ‘chrome apk’ yang menjadi backdoor Android penyerang.

Peneliti keamanan tersebut mengatakan, pesan pop-up tersebut merupakan tanda smartphone Android pengguna terancam disusupi malware Roaming Mantis. 

img_title Hati-hati Main Roblox, Malware Ini Bisa Merusak PC dan Akunmu

Riset Kaspersky menemukan malware itu menyerang smartphone Android dengan metode menyusup melalui router. Saat smartphone terkoneksi ke jaringan internet melalui router yang telah terinfeksi, malware Roaming Mantis dapat menyeberang dari router ke smartphone.

Untuk itu, peneliti meminta pengguna smartphone Android sebaiknya berhati-hati dalam mengakses jaringan WiFi, karena ada kemungkinan ancaman mengintai.

img_title Bahaya Malware di Steam, FBI Turun Tangan!

“Roaming Mantis merupakan ancaman yang aktif dan secara cepat dapat berkembang. Karena itu kami mengeluarkan hasil temuan ini sekarang daripada menunggu kami mendapatkan semua jawabannya," ujar Security Researcher Kaspersky Lab Jepang, Suguru Ishimaru dalam keterangan tertulisnya, Rabu 2 Mei 2018. 

Tanda malware Roaming Mantis

Temuan dari Kaspersky Lab mengindikasikan, malware mencari router dengan celah keamanan, dan kemudian mendistribusikan malware melalui trik yang sederhana namun efektif dengan cara membajak DNS dari router yang diserang. Bagaimana metode menyerang router masih belum diketahui.

Setelah DNS berhasil dibajak, setiap usaha pengguna mengakses website apa pun diarahkan ke URL yang kelihatan seperti asli dengan konten palsu yang berasal dari server penyerang. Selama browser menampilkan URL asli, pengguna kemungkinan akan percaya bahwa situs yang dikunjunginya asli. 

"Penggunaan router yang telah disusupi dan DNS yang dibajak menunjukkan perlunya perlindungan perangkat yang kuat dan penggunaan koneksi yang aman," ujarnya.

Malware.

Waspada! Game Horor Ini Ditemukan Malware Pencuri Data Pengguna

Game horor gratis di Steam dihapus Valve setelah ditemukan malware pencuri data. Simak kronologi, dampak, dan risiko keamanan bagi pemain yang sempat mengunduhnya.

img_title
VoxPop.co.id
17 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut