8 Aksi Bunuh Diri dengan Bom 'Mother of Satan'

Ilustrasi polisi antiteror.
Sumber :
  • REUTERS/Stephane Mahe

VoxPop – Dalam penggerebekan rumah pelaku bom bunuh diri yang berlokasi di Wisma Indah Blok K22 RT 02 RW 03 Kelurahan Wonorejo Rungkut Surabaya, Jawa Timur, Tim Densus 88 Antiteror Polri berhasil menemukan tiga bungkus plastik.

img_title Bom Bunuh Diri Hantam Kereta yang Ditumpangi Tentara di Pakistan, 24 Orang Tewas

Di dalamnya terdapat dua pipa dan sudah ada isinya. Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Rudi Setiawan mengatakan, bom jenis ini dikenal dengan TATP atau Three Asseton Three Poropsaid.

"Jika diledakkan langsung tercerai-berai," ungkapnya di Surabaya, Minggu, 13 Mei 2018.

img_title PM Pakistan Kutuk Serangan Bom di Masjid Islamabad Tewaskan 31 Orang dan 170 Luka-luka

Suasana paska ledakan bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS)

Bom pipa jenis ini merupakan bom kimiawi yang sangat berbahaya dan memiliki daya ledak tinggi (high explosive). Istilah high atau low explosive ini diukur oleh Velocity of Detonate (VoD) atau kecepatan pembakaran.

img_title Bom Bunuh Diri Tewaskan 12 Orang di Islamabad, PM Pakistan Tuduh India Pelakunya

Mengutip situs Global Security, Kamis, 17 Mei 2018, bom yang dijuluki 'Mother of Satan' ini kerap digunakan para teroris global seperti ISIS untuk melakukan bunuh diri lantaran dinilai lebih efisien dari bom panci maupun bom koper.

Dijuluki 'Ibunya Setan' karena daya ledaknya tinggi, tapi sangat sensitif. Bahkan, militer pun ogah memakainya. TATP bisa di-setting ledakannya menjadi lebih besar dari TNT (TriNitroToluene), mulai dari 80 persen hingga di atas 100 persen.

TNT biasa digunakan untuk menghancurkan rumah atau bangunan, serta membuka lubang gua untuk keperluan penambangan. Berikut sejumlah aksi bom bunuh diri yang memakai TATP yang dikelola VoxPop dari berbagai sumber.

Serangan teror di London Bridge, 3 Juni 2017

1994, bom mobil diledakkan oleh dua mahasiswa asal Palestina di luar Kedutaan Besar Israel di London, Inggris. Dalam aksi tersebut 12 orang terluka.

Dua orang mahasiswa itu ditangkap atas tuduhan 'konspirasi yang menyebabkan ledakan'. Keduanya dipenjara 14 tahun, dan pada 2008, mereka bebas.

22 Desember 2001, Richard C. Reid, warga Inggris keturunan Jamaika berusaha meledakkan pesawat American Airlines Flight 63 penerbangan dari Paris, Prancis menuju Miami, Amerika Serikat, dengan bom sepatu. Namun aksi tersebut berhasil digagalkan.

7 Juli 2005, empat orang ekstremis yang terafiliasi dengan ISIS melakukan bunuh diri di London, Inggris. Korban tewas mencapai 56 orang dengan ratusan terluka.

Sejumlah polisi mendatangi lokasi aksi teror di masjid London.

Lokasi kejadian di stasiun kereta api bawah tanah dan sebuah bis di pusat ibu kota Inggris tersebut. Keempat ekstremis itu adalah Germaine, Mohammed Siddiqye Khan dan Shehzad Tanweer, serta Hasib Hussain.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut