Kala WhatsApp Jadi Media Favorit Penyebaran Hoax
- www.pixabay.com/MIH83
Bersih Iklan
Pengaturan pada WhatsApp membuat orang-orang sulit dalam mendapatkan informasi yang ada di sana. Tidak seperti Facebook, Instagram dan Twitter, grup WhatsApp bisa terbebas dari para pebisnis, sehingga grup WhatsApp bersih dari iklan. Dengan WhatsApp, para pengguna dapat mengirim serta menerima gambar, video, tautan dan suara.
Kemungkinan besar kejahatan bergaya Cambridge Analytica yang terjadi pada Facebook tidak akan terjadi pada WhatsApp karena penggunaan enkripsi end-to-end. Bahkan orang dalam WhatsApp juga tidak bisa mengetahui informasi yang ada dalam pesan instan tersebut.
Sebenarnya hal tersebut memicu kemarahan beberapa pejabat pemerintah di seluruh dunia, salah satunya adalah Inggris. Berkat WhatsApp mereka jadi tidak bisa mengetahui aktivitas ilegal yang dilakukan masyarakatnya.
David dan Victoria Beckham juga menjadi kekejaman WhatsApp. Pasalnya serangkaian pesan yang diterima masyarakat Inggris menyebut, pasangan tersebut akan mengumumkan perceraiannya. Hal ini tentu dibantah keras oleh David. Pesan tersebut diduga datang dari PR yang berkecimpung pada industri yang sama.
"Kami telah mempermudah pengguna untuk melakukan pemblokiran hanya dengan satu ketukan. Saat ini sedang dalam masa pengembangan alat baru yang bisa memblokir konten secara otomatis," ujar salah satu juru bicara WhatsApp.
Ia juga menambahkan, pihak WhatsApp sedang berupaya mempelajari berita asli dan hoaks, sehingga nantinya masyarakat juga turut tahu dan tidak termakan berita palsu.
Veteran dari para pebisnis online, Wright mengatakan, WhatsApp merupakan tempat ternyaman bagi mereka yang gemar menggosip. Entah untuk berbagi hal penting, maupun yang tidak penting. (ren)
