Pembangunan Infrastruktur Digital Belum Merata, Ini Penyebabnya

Ilustrasi menara telekomunikasi.
Sumber :
  • www.pixabay.com/blickpixel

VoxPop – Indonesia memiliki populasi terbesar keempat di dunia dengan jumlah penduduk 265 juta jiwa. Dari total penduduk tersebut, sebanyak 137 juta jiwa aktif di media sosial yang menjadikan Indonesia sebagai pasar penting bagi industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

img_title RI Kekurangan Tenaga Kerja Ahli Sektor TIK, Perusahaan Ini Gencarkan Latih Lulusan SMK

Kendati demikian, pembangunan infrastruktur TIK yang diserahkan pelaku usaha mengakibatkan kurang meratanya akses informasi. Perusahaan teknologi dan telekomunikasi dinilai hanya membangun daerah yang secara finansial menguntungkan atau memperoleh return on investment (ROI) yang cepat, sehingga pembangunan dilakukan di kota besar.

Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Djisman S. Simandjuntak, melihat harus ada sinergi antara teknologi dan bisnis di era disrupsi seperti sekarang. Menurutnya, salah satu cara yang dilakukan lewat konsep 'Learning by Enterprising' atau konseptualisasi dan implementasi bisnis berbasis tim yang berorientasi pada lahirnya jiwa kewirausahaan.

img_title Transformasi Digital Diklaim Bisa Selesaikan 2 Tantangan Ini

"Saya berharap konsep ini bisa mendukung terciptanya sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi era disrupsi," kata Djisman, dalam keterangannya, Jumat, 26 Oktober 2018.

Ia juga mengatakan bahwa sudah saatnya merobohkan dinding yang memisahkan antara sains teknologi dengan bisnis. Apalagi, pada 2030, Indonesia akan memperoleh bonus demografi, atau angkatan kerja lebih banyak dibandingkan bayi dan orangtua.

img_title Akses Infrastruktur Pertahanan di Wilayah Perbatasan Perlu Diperkuat

Lantaran pembangunan infrastruktur TIK hanya dibangun di wilayah berpotensi untung lah yang mendorong pemerintah menjembatani untuk memenuhi kebutuhan finansial bagi industri dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan akses teknologi dan komunikasi.

Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan lnformatika, Ismail, berharap sebelum 2019 seluruh wilayah kabupaten/kota sudah mendapatkan akses internet.

“Memang tidak semua menggunakan kabel fiber optik sehingga saat ini sedang tender satelit yang nantinya aksesnya bisa di-direct ke daerah-daerah yang belum terjangkau layanan telekomunikasi," ungkap Ismail. Ia mengatakan, meski pasarnya besar namun hingga saat ini Indonesia belum menjadi tuan rumah karena belum banyak aplikasi buatan produk lokal.

Menyinggung soal revolusi industri 4.0, Ismail menyebut pemanfaatan dan pertumbuhan teknologi tidak bisa dibendung, dan industri, mau tidak mau, harus melakukan penyesuaian berupa peningkatan efektivitas dan efisiensi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut