Otak Manusia Mengolah Informasi Meski Sedang Tidur

Ilustrasi sakit.
Sumber :
  • Pexel

VoxPop – Saat manusia tidur, ternyata otak masih bisa memproses informasi. Ini berdasarkan temuan peneliti, yang menunjukkan bahwa selama tidur, manusia dapat responsif terhadap relevansi suara.

img_title 3 Aplikasi AI yang Memudahkan untuk Pelajaran Sekolah 2026: Solusi Cerdas Mengatur Jadwal, Tugas, dan Catatan

Sebab itulah mengapa beberapa orang akan terbangun ketika mendengar nama mereka dipanggil, tapi saat kata-kata lain diucapkan dengan sama kerasnya, mereka tetap lelap.

Contoh lainnya, orang tua telah terbukti kerap terbangun oleh tangisan bayi mereka sendiri daripada orang lain.

img_title Prabowo: Kita Alami Penjajahan Lama, tapi Kita Manfaatkan Masa Itu untuk Belajar

Mengutip laman Science Alert, berikut ini beberapa keterampilan yang berpeluang untuk ditingkatkan dalam tidur.

1. Kata-kata asing
Dalam sebuah percobaan, para ilmuwan membuat penutur asli Jerman mulai belajar bahasa Belanda, dimulai dengan beberapa kosakata dasar. Kemudian mereka diminta untuk tidur.

img_title MAN 3 Padang Kembali Dibuka Usai Ledakan Bom Rakitan Pelajar, Polisi Lakukan Trauma Healing

Tanpa diketahui oleh orang-orang Jerman yang tertidur, para peneliti memainkan suara beberapa kata dasar itu kepada satu kelompok mereka.

Sementara kelompok lain tidak diperdengarkan suara itu. Kemudian ketika orang-orang Jerman itu diuji dengan kata-kata Belanda, kelompok yang diberi stimulasi suara dalam semalam lebih mampu mengidentifikasi dan menerjemahkannya.

Untuk memperkuat temuan penyerapan informasi saat tidur, peneliti juga menerapkan hal yang sama pada kelompok lain yang tak tidur. Disebutkan kelompok ini sedang berjalan, kemudian diperdengarkan suara kata-kata yang sama.

Hasilnya, kelompok pejalan kaki tak mengingat kata-kata sebaik kelompok yang tidur.

2. Keterampilan bermusik
Dalam studi lain, peneliti mengajar sekelompok orang untuk memainkan melodi gitar menggunakan teknik yang dipinjam dari video game Guitar Hero. Setelah itu, semua relawan harus tidur siang. Ketika mereka bangun, semua diminta memainkan lagu itu lagi.

Tanpa diketahui peserta yang tidur, satu kelompok memainkan melodi yang sama yang baru mereka pelajari ketika mereka tidur. Sedangkan kelompok yang lain tidak.

Para sukarelawan yang telah diperdengarkan suara ketika mereka tidur siang - meskipun mereka tidak memiliki ingatan tentang itu - memainkan melodi jauh lebih baik daripada mereka yang tidak mendengarnya.

3. Cara melindungi kenangan khusus
Para ilmuwan mengemukakan bahwa otak kita menggunakan sistem penandaan khusus untuk memisahkan antara ingatan kritis dan kurang penting.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut