Jual Follower dan Like di Medsos, Siap-siap Dihukum

Ilustrasi media sosial
Sumber :
  • www.pixabay.com/geralt

VoxPop – Follower palsu, like palsu, telah menjadi bagian dari media sosial kita dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai warganet yang sehari-hari berinteraksi di Instagram, kita tentu pernah mendapati akun penjual like dan follower, bahkan kadang akun itu sengaja mampir di kolom komentar.

img_title Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks dan Provokasi, 8 Orang Jadi Tersangka

Meski sebagian orang merasa terganggu, tapi penjaja follower dan like itu relatif tak terlalu dianggap serius. Namun lain halnya di New York, Amerika Serikat. Aktivitas menjual like dan follower di Negeri Paman Sam itu dianggap sebagai tindakan melanggar hukum.

Dilansir dari BGR, 31 Januari 2019, Jaksa Agung New York Letitia James mengumumkan pada hari Rabu bahwa pihaknya telah mengambil langkah penyelesaian terhadap perusahaan Devumi.

img_title Segini Penghasilan Artis-Selebgram dari Konten Eksklusif Instagram, Awkarin Tertinggi Tembus Hampir Rp600 Juta Sebulan

Devumi merupakan agensi marketing berbasis di New York yang menawarkan jasa layanan peningkatan media sosial, seperti YouTube, Twitter, Facebook, dan lainnya.

Penyelesaian antara jaksa dan Devumi itu berbuntut keputusan bahwa menjual follower dan like palsu adalah ilegal di negara bagian New York. Langkah ini merupakan pertama kalinya yang diambil oleh penegak hukum terhadap praktik tersebut.

img_title Terbongkar Akun Instagram Ghaza Muhammad Al-Ghifari, Peserta Clash of Champions yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

"Ketika orang dan perusahaan seperti Devumi terus menghasilkan uang dengan berbohong kepada orang Amerika yang jujur, kantor saya akan terus menemukan dan menghentikan siapa pun yang menjual penipuan online," kata James dalam sebuah pernyataan online.

"Dengan penyelesaian ini, kami mengirim pesan yang jelas bahwa siapa pun yang mendapat untung dari penipuan dan peniruan melanggar hukum akan dimintai pertanggungjawaban."

Selama ini, jasa Devumi dimanfaatkan oleh sejumlah selebriti terkenal untuk membantu menambah follower mereka.

Bisnis follower palsu adalah bisnis yang menguntungkan, CNN mencatat bahwa Devumi memperoleh pendapatan sekitar $15 juta, tetapi publisitas negatif setelah pemberitaan di New York Times, membuat bisnis ini mengalami penurunan, hingga akhirnya ditutup. (ann)

Satgas Pasti.

Diduga Lakukan Penipuan, Satgas PASTI Blokir Aplikasi Snapboost

Satgas PASTI menghentikan operasi aplikasi Snapboost, yang menjanjikan para penggunanya mendapatkan penghasilan melalui like dan share konten di berbagai platform medsos.

img_title
VoxPop.co.id
28 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut