ICAMT-ICMR 2019: Saatnya Tahu Tren Ristek Dunia
- Dokumentasi moestopo
“Melalui ICAMT-ICMR 2019, kami berharap para peserta yang hadir dapat berdiskusi secara langsung aplikasi potensial dari ilmu material dan multi disiplin untuk kehidupan berkelanjutan yang lebih baik”, harap Presiden MRS-INA, Prof. Dr. (rer.nat) Evvy Kartini, yang juga dikenal sebagai salah satu Srikandi Indonesia yang mendedikasikan dirinya pada kemajuan battery di Indonesia.
“Selama konferensi ini juga diselenggarakan workshop on lithium ion battery yang diikuti peserta 42 persen industri di Jakarta dan luar Jakarta, antara lain, Sidoharjo, Semarang, Bandung; 23 persen dari Institusi LIPI, BPPT, B4T Kemenperin, BATAN; serta 25 persen dari Perguruan Tinggi, seperti UI, ITB, ITS, Telkom, UGM dan lain-lain”, tambahnya.
“Bersamaan juga dilakukan Launching National Battery Research Institute (N-BRI), yang merupakan konsorsium nasional di bidang baterai, untuk kemandirian bangsa di bidang energy”, jelasnya, juga selaku Ketua Konsorsium Nasional tersebut.
Lebih dari 120 naskah ilmiah yang disajikan baik dalam presentasi oral maupun poster dihadirkan dalam kegiatan konferensi internasional lintas disiplin yang digelar pertama kalinya oleh MRS-INA dan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), diharapkan dapat menjembatani ilmu terkait teknologi dan bidang sosial.
Sebagai organisasi nirlaba, MRS-INA telah menyelenggarakan event internasional dalam memberikan transfer ilmu pengetahuan terkait ilmu material dalam kegiatan “The 1st Materials Research Society Conference and Congress (MRS-INA C&C 2017)” di Yogyakarta dan “The 19th International Union of Materials Research Societies - International Conference in Asia (IUMRS-ICA 2019)” di Bali.
