Berpotensi Merugikan Uang Negara, Satelit Satria Diminta Dievaluasi
- www.aviantipic.com
"Jika dirasa tidak terlalu perlu dan berpotensi memboroskan keuangan negara, Kemenkeu dapat menolak anggaran yang diajukan Bakti. Sehingga Kemenkeu dapat menghemat anggaran," jelasnya.
![]()
Dengan demikian, Riant melihat program USO yang saat ini ditangani oleh Bakti hanya sekadar mengejar proyek saja, bukan memberi manfaat kepada masyarakat yang belum mendapat layanan telekomunikasi. "Jangan sampai program mubazir seperti MPLIK terulang kembali," tegas dia.
Selain itu, antan Komisioner BRTI ini menyoroti kinerja Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) yang menyandang status Badan Layanan Umum (BLU). Ia menilai Bakti tidak seharusnya berlaku seperti perseroan terbatas, melainkan hanya mengeluarkan regulasi.
Faktanya saat ini perilaku Bakti sudah seperti operator telekomunikasi. Hal ini dapat diihat dari berdirinya Palapa Ring dan Satelit Satria. "Ini yang keliru," tutur Riant.
Sebab, dahulu satelit memang dijadikan sebagai barang publik, namun kehadiran banyak operator telekomunikasi yang mengelola satelit saat ini maka membuat satelit bukan lagi sebagai barang publik tapi privat.
"Ketika barang itu menjadi privat, maka harus turut menghitung pengembalian modal dan keuntungan. Jika Bakti tidak dapat mengembalikan modal, maka berpotensi merugikan keuangan negara," ungkap Riant.
