Jangan Egois, Transformasi Digital Enggak Bisa Jalan Sendiri

Ilustrasi teknologi digital.
Sumber :
  • Digital Insurance Agenda

VoxPop – Era transformasi digital telah membawa berbagai perubahan dan perkembangan di Indonesia. Riset McKinsey menunjukkan Indonesia berada di posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan revolusi industri 4.0, yakni sebesar 78 persen.

img_title BNI Catat Laba Bersih Rp10,8 Triliun Semester I-2026, Kredit Tumbuh 24,4 Persen

Namun, pergerakan transformasi digital juga membutuhkan kolaborasi penuh dari berbagai pihak. Karena, adanya pergeseran model bisnis, dari strategi berbasis kekuatan perusahaan (comparative and competitive advantage) menjadi strategi berbasis cooperative advantage atau co-creation.

Untuk menuju ke arah sana, perusahaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) jangan cuma bertumpu pada kekuatan perusahaan sendiri. Tapi harus berkolaborasi dalam upaya mengoptimalkan peluang, keuntungan, dan mengurangi risiko dengan cara memadukan strategi co-creation dan mengembangkan inovasi di bisnis model.

img_title Dua Segmen Bisnis Ini Jaga Kinerja Astra di Semester I-2026

"Fase transformasi digital perusahaan TIK di Indonesia harus bertumpu pada kompetensi utama, yang tentunya juga memiliki keunikan. Ini harus dilakukan sebelum berkembang ke arah layanan berbasis platform," kata Chief Finance and Business Partner Officer PT Telekomunikasi Indonesia International, Leonardus Wahyu Wasono Mihardjo, Jumat, 24 Januari 2020.

Ia melanjutkan, munculnya kesenjangan di era digital akan mendorong perusahaan melakukan transformasi dengan mengubah logika bisnis modelnya. Oleh karena itu, transformasi adalah sesuatu yang normal bagi semua perusahaan jika ingin berubah dan tidak tertinggal.

img_title Luhut Sebut Dukcapil Jadi Kunci Transformasi Digital Pemerintah, Dorong Layanan Publik Berbasis AI

"Di sinilah peran pimpinan diuji lewat kemampuan kepemimpinan digital (digital leadership) sehingga menjadi sangat kritikal," jelasnya. Apa yang diungkapkan Leonardus merupakan hasil penelitian disertasi yang berjudul 'Kinerja Transformasional pada Bisnis Digital di Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi'.

Penelitian ini, Leonardus menambahkan, bertujuan untuk memberi masukan kepada regulator agar mampu meningkatkan peran regulasi dalam menciptakan ekosistem digital di Indonesia. "Saya melakukan penelitian disertasi ini selama hampir 3 tahun sejak bulan April 2017," papar dia.

Selama penelitian, Leonardus mengaku mendapat bantuan hibah Penelitian Pascasarjana, Skema Penelitian Disertasi Doktor (PPS-PDD) dari Kemenristekdikti pada 2019. Selain itu, ia telah mengeluarkan lebih dari 20 seminar nasional dan international serta mendapat dua kali best paper di Malaysia dan Maladewa.

Ilustrasi industri manufaktur.

Iklim Bisnis dan Prospek Manufaktur Masih Ekspansif di Kuartal II-2026, BPS Beberkan Datanya

Edy BPS mengatakan nilai IKBM yang berada di atas angka 50 menunjukkan kondisi dan prospek bisnis industri manufaktur pada kuartal II-2026 masih berada pada fase ekspansi

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut