Benda Luar Angkasa Akan Jatuh ke Bumi Saat Umat Muslim Mau Salat Subuh

Benda luar angkasa / satelit / asteroid / komet.
Sumber :
  • Dailyhunt

VoxPop – Satelit Orbiting Geophysics Observatory 1 (OGO-1) yang memiliki berat 500 kilogram yang diluncurkan pada September 1964 akan jatuh ke Bumi pada Sabtu, 8 September pukul 17.10 Waktu Timur AS (US Eeastern Time) atau Minggu, 9 September 2020 pukul 04.10 WIB, ketika umat Muslim di Indonesia siap-siap menunaikan Salat Subuh.

img_title Laba BUMI Melonjak 188 Persen, Emiten Bakrie-Salim Raup Untung US$58,85 Juta pada Semester I-2026

Benda luar angkasa berumur lebih dari setengah abad, atau tepatnya 56 tahun ini, ketika jatuh ke Bumi dalam keadaan terbakar lantaran harus melewati atmosfer. Meski begitu, satelit tersebut dipastikan tidak membahayakan mahkluk di Bumi ketika terjatuh dan hancur.

Baca: Asteroid Berbahaya Menyapa Bumi Jelang Tengah Malam

img_title Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Dahsyat di Jepang Bertambah Jadi 38 Orang

"Kami memperkirakan Satelit OGO-1 akan jatuh di wilayah selatan Samudra Pasifik. Jaraknya kira-kira antara Tahiti dan Kepulauan Cook. Tetapi benda itu akan hancur di atmosfer sebelum menghantam permukaan," demikian menurut Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA), seperti dikutip dari situs Sputniknews, Senin, 31 Agustus 2020.

Satelit OGO-1 diluncurkan pada September 1964, yang merupakan satu dari enam satelit yang dirancang untuk mempelajari magnetosfer Bumi – wilayah ruang di sekitar Bumi yang dikendalikan oleh medan magnet planet.

img_title Komunitas Lintas Iman Bentuk Sekretariat untuk Jaga Bumi

Baca juga: Begini Penularan COVID-19 di Udara, Pakai Masker dan Jangan Nongkrong

Mereka juga memeriksa keakuratan metode untuk melacak dan memprediksi dampak objek alam di atmosfer Bumi. Benda luar angkasa itu mengirim data kembali hingga 1969. Setelah itu OGO-1 ditempatkan dalam mode siaga.

Satelit lainnya sudah lama jatuh ke atmosfer setelah habis masa tugasnya. NASA mengatakan Proyek Pengamatan Objek Dekat Bumi akan terus melacak OGO-1 untuk memastikan waktu dan lokasi masuk kembali ke Bumi.

NASA memperkirakan ada 170 juta keping 'sampah luar angkasa' yang mengorbit Bumi dengan kecepatan lebih dari 27 ribu kilometer per jam. Hal ini menimbulkan bahaya bagi Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan pesawat ruang angkasa lainnya yang meluncur serta mengelilingi Bumi.

Sebelumnya, asteroid seluas lapangan bola menyapa Bumi menjelang tengah malam. Batu ruang angkasa itu dijuluki 211 ES4 dan diperkirakan berada pada jarak 120 ribu kilometer dari Bumi, yang secara signifikan lebih dekat dari jarak Bumi-Bulan (384.402 km).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut