Pelajar SMA dan SMK Jangan Cuma Sekadar Lulus
- ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Sementara itu, Direktur Manajemen Penelitian dan Pengembangan Samsung R&D Indonesia, Risman Adnan, menyampaikan program ini sebuah program global yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan digitalisasi.
“Tantangan revolusi industri 4.0 akan sulit untuk dihadapi para lulusan SMA dan SMK jika tanpa dibekali pendidikan yang membentuk keahlian. Kami menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pada era tersebut,” ungkapnya.
Beberapa proyek sudah dikerjakan. Mulai dari SMK 1 Geger Madiun, Jawa Timur yang menghadirkan proyek Smart Hydroponic Technology (SAHYT). Proyek ini dibuat untuk memudahkan para petani untuk mengelola pengairan, penutrisian, pengontrolan suhu hingga pemasaran yang dapat menarik konsumen.
Kemudian SMK Al Huda, Kediri, Jawa Timur, yang membuat proyek Sistem Pengairan Otomatis (Smart Irrigation System) Berbasis Arduino. Proyek ini dilatarbelakangi oleh belum banyak masyarakat yang memanfaatkan sistem pengisian air tandon, penyiraman tanaman dan sistem pengairan tanaman secara otomatis.
Dengan adanya inovasi ini dapat memudahkan pengisian air tandon penyiraman tanaman secara lebih efektif, mengoptimalkan sistem penyiraman tanaman secara lebih efisien, sehingga ketahanan pangan mandiri bisa terjaga.
Selanjutnya Binus School Simprug Jakarta Barat dengan proyek 2D Platformers Arcade Game serta Binus School Serpong Tangerang yang mengusung proyek Automatic Dispenser for Hand Sanitizers yang dilatarbelakangi oleh Situasi pandemi COVID-19. Untuk cara kerjanya, cukup letakkan tangan di atas sensor maka pompa dalam dispenser akan aktif sehingga cairan dispenser akan terpompa keluar otomatis ke tangan.
