Industri Bir Ikut Menyelamatkan Bumi

Minuman bir.
Sumber :
  • Newsweek

VoxPop – Tren menyelamatkan dunia mulai diikuti oleh industri bir. Para pecinta bir sering kali tidak menyadari dampak negatif minuman beralkohol itu terhadap lingkungan.

img_title Hashim Tawarkan Kredit Karbon Indonesia ke Perusahaan Thailand, Bidik Kerja Sama Pengurangan Emisi

Produsen bir terkemuka Young Henrys mengaku sudah berhasil menemukan formula untuk secara efektif membalikkan perubahan iklim dan menyelamatkan Bumi.

Para ahli mengatakan bahwa jumlah karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari fermentasi bunga hops untuk membuat enam bungkus bir akan membutuhkan waktu dua hari untuk diserap oleh pohon biasa.

img_title Laba BUMI Melonjak 188 Persen, Emiten Bakrie-Salim Raup Untung US$58,85 Juta pada Semester I-2026

Menyadari betapa lambatnya penyerapan alami itu, maka Young Henrys beralih ke komunitas ilmiah untuk mencari cara mempercepat prosesnya.

Bekerja dengan tim ilmuwan dari University of Technology, Sydney Climate Change Cluster (C3), mereka menyiapkan dua bioreaktor 400 liter yang diisi hingga penuh dengan triliunan mikroalga, yang menyerap CO2 dan mengubahnya menjadi oksigen (O2) seperti yang dilakukan pohon.

img_title Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Dahsyat di Jepang Bertambah Jadi 38 Orang

Tapi itu hanya tentang di mana kesamaan berakhir. Di mana satu pohon membutuhkan dua hari untuk menyerap CO2 dan mengubahnya menjadi O2.

Sementara satu bioreaktor yang penuh dengan mikroalga mampu menghasilkan oksigen yang cukup untuk menyaingi dua hektare lahan semak.

"Kami mampu merobohkan seluruh situs kami dan menanam pohon. Tapi itu akan memakan waktu bertahun-tahun sebelum mereka melakukan jumlah penyerapan CO2 dan penciptaan O2 yang sama seperti kedua bioreaktor itu," ungkap Pendiri Young Henrys Oscar McMahon, seperti dikutip dari situs Mashable, Selasa, 23 November 2021.

Karena merasa bertanggung jawab untuk memperluas penggunaan mikroalga dalam mengurangi perubahan iklim, Young Henrys dan tim C3 juga sudah menggandeng regulator daging dan ternak independen, Meat and Livestock Australia (MLA), melakukan penelitian tentang kemampuan alga untuk mengurangi produksi metana ternak.

Menurut United Nations Food and Agriculture Organization (UN FAO), kegiatan peternakan menyumbang sekitar 14,5 persen dari emisi rumah kaca global atau 7,1 gigaton CO2 per tahun. Sementara produksi alkohol menghasilkan 0,7 persen dari emisi global.

El Nino.

Bappenas Pastikan Dana Pemerintah Masih Aman Hadapi Dampak El Nino, Fokus pada Penanganan Mendesak

Bappenas dengan tegas memastikan bahwa pendanaan dari pemerintah masih memadai untuk menangani dampak El Nino dan menyiapkan berbagai skema pembiayaan iklim.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut