Kemandirian China di Luar Angkasa

Stasiun Antariksa China Tiangong di orbit Bumi.
Sumber :
  • Dokumen CMSA

VoxPop Tekno – China diperkirakan akan meluncurkan Wentian, modul kedua untuk Stasiun Luar Angkasa Tiangong, pada Minggu hari ini, 24 Juli 2022 dari Wenchang, China selatan.

img_title Gedung di PIK 2 Kebakaran, Damkar Evakuasi 3 WNA China

Stasiun Luar Angkasa Tiangong milik China saat ini telah menampung tiga taikonaut Shenzhou 14 yang telah berada di modul Tianhe selama sekitar enam minggu sejak diluncurkan ke luar angkasa pada 5 Juni.

Modul Wentian nantinya akan diluncurkan di atas roket besar Long March 5B dan akan bergabung dengan modul inti Tianhe beberapa jam setelahnya untuk memperluas fasilitas penelitian ruang angkasa berawak negara itu, mengutip dari situs Space.

img_title Laba BUMI Melonjak 188 Persen, Emiten Bakrie-Salim Raup Untung US$58,85 Juta pada Semester I-2026

Pada umumnya, China tidak mengumumkan waktu peluncuran, juga tidak menyiarkan sebagian besar peluncurannya secara langsung.

Penerbangan luar angkasa kali ini merujuk pada roket akan diluncurkan sekitar pukul 14:15 waktu setempat berdasarkan pemberitahuan peringatan wilayah udara.

img_title Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Dahsyat di Jepang Bertambah Jadi 38 Orang

Wentian merupakan modul sains dan area untuk memperluas ruang hidup di stasiun luar angkasa kecil. Adapun, ini termasuk percobaan untuk melakukan pekerjaan sains, bersama dengan lebih banyak astronot untuk memungkinkan serah terima awak.  

Nantinya, setelah modul siap, Tiangong akan dapat menampung sementara sebanyak enam awak di sana.

Sementara itu, Long March 5B 174-kaki (53 meter) adalah varian roket angkat berat China yang dirancang untuk meluncurkan modul stasiun ruang angkasa China, yang masing-masing memiliki massa sekitar 48.500 pon atau sekitar 22.000 kg.

Sebelumnya, peluncuran megaroket pertama pada 2020 telah mengirimkan prototipe pesawat ruang angkasa awak generasi baru ke orbit rendah Bumi, sedangkan yang kedua di tahunn lalu meluncurkan Tianhe.  

Pada kedua kesempatan tersebut, tahap inti roket yang masif membuat masuk kembali yang tidak terkendali yang menyebabkan kekhawatiran di antara pelacak puing-puing ruang angkasa, meskipun keduanya mengalami deorbit tanpa insiden.

Nantinya, pascapeluncuran Wentian bertugas untuk bertemu dengan Tianhe, yang saat ini mengorbit pada 236 mil atau sekitar 381 kilometer di atas Bumi, dan berpasangan dengan pelabuhan dok depan Tianhe untuk selanjutnya, akan dipindahkan ke port lateral atau samping menggunakan lengan robot modul sepanjang 33 kaki (10 meter).

Ke depannya, China berencana untuk meluncurkan modul lain akhir tahun ini untuk membawa lebih banyak eksperimen ke orbit. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut