Twitter Disusupi Intelijen Asing

Mantan Kepala Keamanan Twitter, Peiter “Mudge” Zatko.
Sumber :
  • Theverge.com

VoxPop Tekno – Twitter dianggap telah terinfiltrasi oleh agen-agen pemerintahan India. Hal ini disampaikan oleh mantan kepala keamanan Twitter, Peiter Zatko yang mengungkapkan bahwa pemerintah India telah memaksa Twitter untuk merekrut satu dari agen mereka.

img_title Qodari: Pemerintah Pastikan Peringatan HUT ke-81 RI Lebih Dekat dengan Rakyat

Pernyataan ini dituliskan Zatko dalam laporannya terhadap Twitter ke SEC pad bagian laporan yang berjudul, "Penetrasi oleh Intelijen Asing dan Ancaman terhadap Demokrasi”.

"Pemerintahan India telah memaksa Twitter untuk merekrut individual spesifik yang merupakan agen pemerintah, yang (karena cacat dasar arsitektural Twitter) telah membuatnya memiliki akses terhadap data sensitif milik Twitter" Tulis Zatko yang juga seorang peretas legendaris ini, dilansir dari situs The Verge, Senin, 5 September 2022.

img_title Harga Pertamax Turun, Pemerintah Dinilai Jaga Keseimbangan Energi dan Investasi

Hubungan antara Twitter dan pemerintah India memang kerap diterpa dengan isu yang tidak mengenakkan. Bermula pada penyerangan kantor Twitter di Delhi pada tahun 2021 sebagai repons terhadap penyalahgunaan tag "media yang dimanipulasi" platform. Moderasi Twitter di negara ini adalah masalah pelik, karena rumor palsu sering digunakan untuk memicu kekerasan massa terhadap populasi minoritas Muslim.

Saat ini, Twitter juga tengah bermasalah di India dan menempuh jalur hukum dengan pemerintah India perihal permintaan pemblokiran konten tertentu yang kritis terhadap pemerintahan Narendra Modi.

img_title BI Sebut Sinergi Bank Sentral dan Pemerintah Bikin Inflasi Juli 2026 Terjaga

Lebih dalam, bahkan Zatko dalam laporannya juga menuduh bahwa setengah dari 10 ribu karyawan Twitter memiliki akses terhadap sistem dan data sensitif pengguna.

Menanggapi tuduhan serius Zatko ini, CEO Twitter, Parag Agrawal dalam pernyataan tertulisnya membantah klaim Zatko sebagai narasi palsu tentang Twitter dan privasi dan keamanan data dengan inkosistensi dan keliru.

Selain itu, infiltrasi agen pemerintah asing ini bukan satu-satunya tuduhan yang dilontarkan oleh Zatko. Ia juga menuliskan bahwa Twitter telah menyembunyikan praktik keamanan yang lalai, menyesatkan regulator federal tentang keamanannya, dan gagal memperkirakan dengan tepat jumlah bot di platformnya.

Anggota Komisi XII H Cek Endra.

Harga Pertamax Turun, Anggota DPR: Pemerintah Pastikan Kebijakan Harga BBM Ikuti Pasar Global

Pemerintah tak hanya berhasil menjaga kecukupan pasokan energi nasional, tetapi juga mampu menyesuaikan harga BBM nonsubsidi ketika harga minyak dunia mengalami penurunan

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut