Bercocok Tanam di Bulan Akan Dilakukan Pada 2025

Ilustrasi astronot yang sedang bercocok tanam di Bulan.
Sumber :
  • Getty Images

VoxPop Tekno – Bulan adalah batu tak bernyawa. Tetapi meskipun tidak ada makhluk hidup yang pernah ditemukan di permukaannya yang sunyi, beberapa bentuk kehidupan di Bumi mungkin bisa membuatnya.

img_title Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Dahsyat di Jepang Bertambah Jadi 38 Orang

Bekerja sama dengan perusahaan rintisan Lunaria One, para ilmuwan dari Australian National University (ANU) ingin menanam tanaman di bulan pada tahun 2025. 

Australian Lunar Experiment Promoting Horticulture (ALEPH-1) akan diluncurkan di atas pendarat Beresheet 2 SpaceIL, menurut pengumuman proyek Israel.

img_title Komunitas Lintas Iman Bentuk Sekretariat untuk Jaga Bumi

Eksperimen serupa dilakukan China lewat pendarat Chang'e 4 yang berhasil menumbuhkan biji kapas, sebagaimana dikutip dari laman Space, Jumat, 21 Oktober 2022.

Tidak pernah ada yang tumbuh langsung di Bulan sebelumnya. Sementara tanaman dan benih ALEPH-1 akan disimpan dalam ruang pelindung, mereka masih akan menghadapi banyak tantangan. 

img_title Sebanyak 300 Lebih Gempa Susulan Dilaporkan Masih Mengguncang Venezuela

Di satelit alami Bumi itu, air akan sangat berharga, gravitasi akan lebih lemah, siang dan malam masing-masing akan berlangsung selama tujuh hari Bumi dan tidak ada atmosfer yang akan melindungi permukaan dari radiasi Matahari yang berbahaya.

Bumi dilihat dari Bulan.

Photo :
  • New Scientist

"Luar angkasa adalah tempat pengujian yang luar biasa untuk menyebarkan tanaman di lingkungan yang paling ekstrem," kata ahli biologi tanaman di ANU, Caitlyn Byrt. 

Sebelum diluncurkan, peneliti dari ANU dan Lunaria One akan bekerja untuk memastikan mereka mengirimkan kandidat yang paling layak di luar sana. 

Salah satu kandidatnya adalah rumput Australia yang disebut Tripogon loliformis. Flora seperti ini adalah versi botani dari 'beruang air' mikroskopis yang kuat. Mereka mampu hidup kembali dan berkembang, bahkan setelah dormansi dan dehidrasi, cukup hanya memberinya air.

Tumbuhan yang mampu bertahan hidup di Bulan tidak sekadar sebagai sumber makanan. Mereka mungkin juga memasok oksigen yang dapat bernapas untuk astronot dan beberapa digunakan untuk mengembangkan obat-obatan yang pada akhirnya dapat diproduksi tanpa bergantung pada pengiriman dari Bumi.

Bumi Resources Tbk

Laba BUMI Melonjak 188 Persen, Emiten Bakrie-Salim Raup Untung US$58,85 Juta pada Semester I-2026

BUMI sekarang ini mencatat lonjakan laba bersih 188,4 persen menjadi US$58,85 juta pada semester I-2026, ditopang kenaikan penjualan batu bara dan emas.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut