Tenang Vivanians! Jadi Ambisius Tak Perlu Korbankan Kesehatan Mental

ilustrasi ambisius.
Sumber :
  • drobotdean/freepik

VoxPop Digital – Pola pikir yang terlalu berusaha alias ambisius dapat berdampak pada kesehatan mental. Sikap ambisius kerap dianggap memicu kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.

img_title Bukan Sekadar Hewan Peliharaan, Ini Alasan Kucing Bisa Membawa Kebahagiaan bagi Pemiliknya

Namun, jangan khawatir, kamu tetap bisa berambisi tanpa melupakan kedamaian batin. Dilansir dari TIME, kunci dari menjadi ambisius tanpa mengorbankan kesehatan mental yaitu menanam pola pikir bahwa ambisi bertujuan untuk menyejahterakan diri sendiri.

“Kami ingin memastikan bahwa ambisi diarahkan dengan cara yang kami pedulikan. Berjuang itu sehat jika kita melakukannya dengan cara yang tak merusak hidup kita,” kata Richard Ryan, seorang psikolog klinis.

img_title Diabetes Tipe 2 Tak Hanya Mengganggu Gula Darah, Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental?

ilustrasi ambisius

Photo :
  • wayhomestudio/freepik

Target ambisi mungkin memiliki dampak yang lebih kuat daripada kesehatan mental. Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa orang yang termotivasi oleh ‘penanda’ kesuksesan ekstrinsik seperti kekayaan, jabatan, atau popularias, tidak terpenuhi secara psikologi oleh motif intrinsik seperti pertumbuhan pribadi, hubungan mendalam, atau pengetahuan.

img_title Tak Hanya Menyehatkan Jantung, Ternyata Berenang Juga Baik untuk Kesehatan Mental

Mencapai tujuan ekstrinsik barangkali secara singkat membuat puas tapi itu tidak bertahan lama. Dengan beberapa latihan dan introspeksi, kamu dapat melatih kembali ambisimu tanpa membahayakan kesehatan mental. Ini langkah-langkahnya:

Prioritaskan hubungan

Ambisi bisa menjadi bahaya ketika ‘menghabisi’ bagan penting lain dari kehidupan. Jika dorongan ambisi muncul dengan mengorbankan pemenuhan hal-hal psikologis seperti hubungan kuat dengan seseorang maupun lingkungan, itu bisa berdampak buruk pada kesehatan mental.

Fokus pada tugas, bukan imbalannya

Penelitian mengungkapkan bahwa seseorang akan merasa lebih puas jika berfokus pada pencapaian (menguasai tugas, mempelajari sesuatu, atau menciptakan perubahan positif) daripada hanya berjuang untuk promosi atau kenaikan gaji.

ilustrasi ambisius

Photo :
  • wayhomestudio/freepik

Berusaha untuk tumbuh 

Alih-alih membiarkan ambisi mengatur hidup, kamu bisa mengadopsi pola pikir berkembang yang mengacu pada keyakinan bahwa kecerdasan bisa dipupuk. Lebih sehat berjuang untuk pertumbuhan dibandingkan memperoleh tujuan konkret seperti jabatan atau gaji.

Latih rasa syukur

Orang secara alami memiliki beberapa kecenderungan materialistis. Namun sebuah penelitian membeberkan menahan keinginan tersebut dapat menghasilkan keuntungan kesehatan mental — perhatian dan rasa terima kasih dapat membantu keadaan mental yang sehat. Berkaca tentang rasa syukur, hubungan, atau kematian terbukti mengurangi materialisme.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut