5 Peninggalan Nenek Moyang yang Masih Ada di Tubuh Manusia
- U-Report
VoxPop Tekno – Pada dasarnya manusia mempunyai nenek moyang yang sama. Ini berarti banyak fitur dalam tubuh kita terbentang ribuan atau bahkan jutaan tahun.
Dalam biologi, istilah 'homologi' berkaitan dengan kesamaan struktur berdasarkan keturunan dari nenek moyang yang sama. Ini berbeda dengan struktur 'analog' seperti sayap pada serangga dan burung.
Berikut adalah lima contoh sifat kuno yang masih terlihat pada manusia saat ini, mengutip dari laman Science Alert, Selasa, 24 Januari 2023.
Selangkah lebih maju
Tindakan membiasakan berjalan dengan dua kaki, yang dikenal sebagai bipedalisme adalah salah satu langkah terbesar nenek moyang kita.
Hampir setiap bagian dari kerangka kita dipengaruhi oleh peralihan dari berjalan dengan empat kaki menjadi berdiri tegak. Adaptasi ini meliputi penyelarasan dan ukuran tulang kaki, tulang pinggul, lutut, tungkai, dan tulang belakang.
Ilustrasi melahirkan bayi.
- Pixabay.com/cynthia_groth
Peningkatan pesat ukuran otak kita terjadi tak lama setelah kita mulai berjalan tegak. Ini membutuhkan perubahan pada panggul agar bayi berotak lebih besar bisa masuk melalui jalan lahir yang melebar.
Panggul kita yang melebar (terkadang disebut iliac flaring) adalah fitur homolog yang dimiliki oleh beberapa garis keturunan fosil manusia purba serta semua yang hidup saat ini.
Otak besar kita itu kemudian memicu ledakan seni, budaya, dan bahasa, konsep penting ketika mempertimbangkan apa yang menjadikan kita manusia.
Sebuah lubang di kepala
Manusia memiliki lubang besar lainnya (dikenal sebagai fenestrae) di tengkorak. Hewan dengan satu jendela di tengkorak mereka dikenal sebagai synapsida, berarti lengkungan yang menyatu, mengacu pada lengkungan bertulang yang ditemukan di bawah bukaan tengkorak di belakang setiap mata.
Saat ini semua mamalia, termasuk manusia, adalah synapsida (selain reptil dan burung). Synapsida terkenal lainnya dari zaman prasejarah termasuk Dimetrodon yang sering salah diidentifikasi.
10 jari kaki dan tangan
Pola lima jari di tangan atau kaki manusia ini dikenal sebagai 'kaki pentadaktil', ditemukan di sebagian besar amfibi, reptil, burung, dan mamalia.
Sebuah studi yang dilakukan Alice Clement menggambarkan digit pertama yang ditemukan terawetkan di dalam sirip ikan. Peneliti menggunakan metode pencitraan yang kuat untuk mengintip ke dalam fosil berusia 380 juta tahun bernama Elpistostege dari Quebec, Kanada, untuk mengungkap jari ikan tertua.
