Kondisi Kesehatan Bisa Dilihat dari Warna dan Bentuk Tinja
VoxPop Tekno – Pergerakan usus adalah salah satu indikator kesehatan terpenting. Memperhatikan kotoran saat buang air besar akan membantu Anda memantau kesehatan dan menemukan intoleransi makanan yang mungkin dilewatkan.
Variasi ukuran, bentuk dan bau adalah hal yang normal. Kotoran akan berubah tergantung pada apa yang dimakan dan berapa banyak air yang diminum.
Anda akan mengalami jenis yang berbeda dari waktu ke waktu. Namun akan menjadi masalah ketika warna dan bentuk yang tidak diinginkan bertahan lebih lama. Jadi inilah kondisi kesehatan Anda yang dilihat dari bentuk dan warna kotoran.
Kotoran setiap orang akan sedikit berbeda. Namun feses yang ideal adalah yang halus, mudah dikeluarkan, dan berwarna cokelat. Buang air besar yang sehat tidak perlu waktu lama untuk dikeluarkan.
Jadi jika berada di kamar mandi lebih dari lima belas menit, artinya tengah mengalami konstipasi. Rata-rata orang akan buang air besar antara dua hari sekali atau hingga tiga kali sehari, melansir dari situs CNet, Kamis, 26 Januari 2023.
Tipe-tipe feses.
- Getty Images
Benjolan keras
Tipe satu dan dua pada BSFS biasanya sulit dilewati, yang mengindikasikan konstipasi. Hal ini terjadi ketika feses secara perlahan melewati sistem pencernaan, sehingga lama berada di usus.
Sembelit tidak hanya disebabkan oleh pola makan, tetapi juga terkait dengan stres. Hormon stres yang dilepaskan tubuh memengaruhi proses tubuh kita, termasuk buang air besar.
Jika sering mengalami jenis buang air besar ini, tambahkan lebih banyak serat ke dalam makanan. Menurut Mayo Clinic, asupan serat yang dianjurkan untuk wanita adalah 21 hingga 25 gram dan 30 hingga 38 gram per hari untuk pria.
Pastikan juga untuk minum cukup air agar melonggarkan feses dan membiarkannya keluar tanpa tekanan. Anda juga dapat menambahkan lebih banyak makanan kaya magnesium dan probiotik ke dalam diet untuk mengurangi sembelit.
Gumpalan lembut
Kotoran yang ditandai dengan gumpalan lunak (tipe lima) menunjukkan serat larut yang tidak mencukupi dalam makanan. Tambahkan makanan kaya serat seperti kacang-kacangan, alpukat, dan biji-bijian atau suplemen serat ke dalam makanan.
