Azab Mengerikan untuk Orang yang Sengaja Membatalkan Puasa Ramadhan
- Pixabay.
Lihat Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (no. 995, I/420). Demikianlah gambaran mengerikan dari azab yang ditimpakan kepada orang-orang yang merusak kesucian bulan Ramadan serta meremehkan syiar yang suci ini. Mereka merusak rukun keempat dari rukun-rukun Islam tanpa mempedulikan tujuan dari penciptaan mereka sama sekali:
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” [Adz-Dzaariyaat/: 56]
Para ulama telah menyebutkan bahwa orang yang tidak berpuasa pada bulan Ramadan tanpa alasan (yang dibenarkan), berarti dia telah melakukan salah satu dari perbuatan dosa besar.
Imam adz-Dzahabi dalam kitab "Al-Kabaa-ir" mengatakan, “Dosa besar yang keenam adalah orang yang tidak berpuasa di bulan Ramadan tanpa alasan (yang dibenarkan)…”
Ilustrasi penghuni neraka.
- U-Report
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam "Majmuu’ Fataawaa" mengatakan: “Jika orang yang muntah itu diterima alasannya, maka apa yang menimpa dirinya itu tidak dipermasalahkan dan ia seperti halnya orang sakit yang harus mengqadha’ puasa. Dia tidak termasuk pelaku dosa besar, (tidak sebagaimana dosa besar dari orang) yang tidak berpuasa tanpa alasan…”
Syaikh al-Jaza-iri dalam "Risaalah Ramadhaan" menukil ungkapan dari Imam adz-Dzahabi: “…Yang telah menjadi ketetapan di kalangan orang-orang mukmin bahwa orang yang tidak berpuasa di bulan Ramadan bukan karena sakit dan tanpa alasan (yang benar) adalah orang yang lebih jahat dari orang yang berzina dan juga lebih buruk dari pecandu khamr, bahkan keislamannya diragukan dan menganggapnya termasuk dari kaum Zindiq dan rusak…”
Orang-orang yang terang-terangan mengungkapkan bahwa dirinya tidak berpuasa sedang mereka dalam keadaan sehat wal ‘afiat serta tidak memiliki alasan yang membolehkan mereka berbuka, berarti mereka telah kehilangan rasa malu kepada Allah dan rasa takut dari hamba-hamba-Nya.
Hati dan akal pikiran mereka telah terpuaskan dengan keingkaran, hati mereka telah dipenuhi dengan godaan dari setan dan dosa, dan mereka tidak mengetahui bahwa dengan tidak berpuasa mereka telah menghancurkan salah satu dari rukun Islam.
Mereka adalah orang-orang fasik dan kurang iman serta tidak lagi memiliki harga diri. Kaum muslimin melihat mereka dengan sebelah mata sambil menghinanya. Mereka termasuk para pelaku dosa besar, dan pada hari Kiamat kelak, azab Rabb Yang Mahaperkasa lagi Mahaberkuasa telah menanti mereka.
