Ini Nama Astronot NASA yang Segera Berangkat ke Bulan

Kru misi Artemis 2 NASA yang akan terbang ke Bulan.
Sumber :
  • NASA

VoxPop Tekno – Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) baru saja mengumumkan empat astronot yang akan pergi ke Bulan dalam misi Artemis 2. Para kru diharapkan menjadi penjelajah Bulan pertama sejak program Apollo.

img_title Laba BUMI Melonjak 188 Persen, Emiten Bakrie-Salim Raup Untung US$58,85 Juta pada Semester I-2026

Posisi dari awak Artemis 2 akan diisi oleh komandan Reid Wiseman, pilot Victor Glover dan spesialis misi Christina Koch serta Jeremy Hansen. Hansen adalah astronot Badan Antariksa Kanada (CSA) yang terbang berdasarkan perjanjian antara AS dan Kanada. Dia akan menjadi orang non-Amerika pertama yang meninggalkan orbit Bumi dan terbang ke Bulan.

Awak Artemis 2 diumumkan pada hari Senin selama acara yang diadakan di Ellington Field, rumah bagi operasi pesawat NASA yang berlokasi di dekat Johnson Space Center di Houston, menurut situs Space, Selasa, 4 April 2023.

img_title Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Dahsyat di Jepang Bertambah Jadi 38 Orang

Administrator NASA, Bill Nelson dan para pemimpin agensi lainnya bergabung di acara tersebut, juga diikuti oleh hampir semua anggota korps astronot aktif. Tiga lainnya absen karena sedang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

"Reid, Victor, Christina, dan Jeremy, masing-masing petualang ini memiliki kisahnya sendiri. Tapi bersama-sama, kita akan mengantarkan era baru eksplorasi untuk generasi baru pelaut dan pemimpi bintang, generasi Artemis," kata Nelson.

img_title Komunitas Lintas Iman Bentuk Sekretariat untuk Jaga Bumi

Ditargetkan untuk diluncurkan pada akhir 2024, mereka akan lepas landas dengan pesawat ruang angkasa Orion NASA di atas roket Space Launch System (SLS) dari Pad 39B di Kennedy Space Center di Florida.

Kru misi Artemis 2 NASA yang akan terbang ke Bulan.

Photo :
  • NASA

Ini akan menandai pertama kalinya kapsul dan booster terbang dengan astronot di dalamnya serta menjadi peluncuran kedua kendaraan setelah uji terbang Artemis 1 tanpa awak pada 2022.

Selama 10 hari mereka tidak akan mengorbit atau mendarat di Bulan, melainkan mengikuti lintasan hybrid free return. Orion akan menggunakan modul layanan buatan Eropa untuk melakukan beberapa manuver guna meningkatkan orbitnya di sekitar Bumi dan menempatkan kru pada lintasan kembali bebas Bulan di mana gravitasi Bumi secara alami akan menarik pesawat ruang angkasa kembali ke rumah setelah terbang melewati Bulan.

Sebelum meninggalkan orbit Bumi ke Bulan, kru akan menggunakan tahap atas SLS (disebut tahap propulsi kriogenik sementara atau ICPS) sebagai target untuk operasi kedekatan, menguji kemampuan mereka untuk menerbangkan Orion secara manual.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut