Umat Islam di Tetangga Indonesia Tak Wajib Puasa, Alasannya Mengejutkan
- pixabay
Muslim Champ di Vietnam
- mvslim.com
Mereka berpandangan kalau Ramadan atau mereka menyebutnya "Ramuwan" bukanlah bulan puasa, melainkan hanyalah bulan pelatihan bagi pemuka agama baru, persiapan kematian, dan penyucian.
Selama bulan Ramadan, keluarga dari penganut Islam Cham mengantarkan persembahan berupa nampan berisi makanan kepada pemuka agama yang datang ke Masjid. Tujuannya adalah untuk menunjukkan ketulusan mereka kepada Allah SWT.
Saat berada di Masjid, para pemuka agama ini melakukan semacam meditasi. Mereka tidak berbicara, makan, dan minum selama tiga hari.
Jika sudah lewat periode ini, maka mereka akan melakukan kegiatan dakwah di dalam masjid selama 15 hari selama bulan Ramadan. Ya, bulan Ramadan versi mereka bukan 30 hari, tetapi 15 hari.
Selain bulan Ramadan, ada perbedaan mencolok lain antara umat Islam Cham dengan umat Muslim pada umumnya, yakni ibadah salat. Sebagai kewajiban dalam laku ke-Islaman, Islam Cham tidak melakukan salat.
Masih merujuk riset "The Influence of Hinduism Toward Islam Bani" (2018), pengikut Islam Cham tidak salat lima waktu, melainkan hanya mendirikan salat Jumat. Mereka berpandangan kalau kewajiban melaksanakan salat bisa diwakilkan melalui perwakilan yang disebut Acar.
Acar inilah yang kemudian "menitipkan" salat dari keluarganya agar kehidupan di dunia dan akhirat berlangsung baik. Memang bagi pandangan Islam global, tradisi ini dipandang menyalahi aturan.
Dari sinilah terjadi proses pembaruan dan konversi keagamaan dalam masyarakat agar mereka kembali ke ajaran Hadis dan Al-Quran.
