Skandal Laptop Anak Joe Biden: AS Cuci Tangan, Rusia Disalahkan
- ANTARA/Aria Cindyara
VoxPop Tekno – Amerika Serikat (AS) mau cuci tangan atas skandal terkuaknya isi laptop milik Robert Hunter Biden – putra kedua Presiden Joe Biden. Isi perangkat tersebut menjelaskan detail tentang kemungkinan aktivitas ilegal yang dilakukan Hunter Biden.
Mulai dari pesta mewah dengan pelacur hingga kesepakatan bisnis yang melibatkan perdagangan uang tunai yang diduga kuat masuk ke ring satu Joe Biden selama masa jabatannya sebagai Wakil Presiden Barack Obama.
Menanggapi skandal tersebut, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken mengklaim kalau dirinya tidak berada di balik surat yang ditandatangani oleh 51 mantan pejabat intelijen pada Oktober 2020.
Ia justru mendiskreditkan skandal laptop Hunter Biden sebagai bagian dari kampanye hitam dan disinformasi Rusia.
Hunter Biden dan ayahnya Joe Biden
- Source BBC
"[…] Sehubungan dengan surat itu, saya tidak, dan bahkan itu bukan ide saya. Saya juga tidak memintanya. Dan saya pikir kesaksian mantan Wakil Direktur CIA [Badan Intelijen Pusat AS] Mike Morrell sudah menegaskan hal itu," klaim dia, seperti dikutip dari situs Sputniknews, Selasa, 2 Mei 2023.
Lalu, ketika ditanya lagi apakah ia mengakui jika laptop itu bukanlah rekayasa Rusia, Blinken langsung mengelak pertanyaan itu dengan alasan dirinya 'sangat sibuk dengan urusan lain'.
"Begini ya, saya punya banyak agenda penting yang harus dituntaskan. Seperti mencoba membantu Ukraina melawan Rusia dengan terlibat sebagai sekutu. Belum juga beberapa tantangan yang ditimbulkan oleh China. Dan sekarang kami lagi memantau situasi terkini di Sudan. Jadi di situlah fokus saya saat ini," tutur Menlu Antony Blinken.
Pernyataan ini muncul setelah Ketua Kehakiman DPR AS Jim Jordan bersama Kepala Intel DPR Mike Turner mengatakan pekan lalu bahwa anggotanya meminta informasi Blinken setelah kesaksian baru mengungkap hubungan diplomat tertinggi itu dengan pernyataan sangat keliru yang mengklaim skandal laptop Hunter Biden adalah bikinan Rusia.
"Kami sedang memeriksa asal-usul pernyataan publik yang sudah kadung viral yang ditandatangani oleh 51 mantan pejabat intelijen yang secara keliru mendiskreditkan pemberitaan New York Post terkait skandal laptop Hunter Biden sebagai dugaan disinformasi Rusia," ungkap Turner.
