AS Mau Blokir Matahari

Presiden AS Joe Biden.
Sumber :
  • AP Photo/Patrick Semansky.

VoxPop Tekno – Miliarder Bill Gates pernah menganjurkan gagasan untuk menggunakan teknik memblokir sebagian radiasi Matahari yang mencapai Bumi dan mendukung eksperimen Universitas Harvard untuk melihat efek penyemprotan partikel reflektif ke stratosfer dengan harapan menciptakan pendinginan global.

img_title Mata Terus Berair Setelah Kena Terik Matahari? Kenali Penyebabnya Sebelum Terlambat

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tampaknya tergoda dengan gagasan tersebut. Apakah memblokir sinar Matahari dapat digunakan untuk memperlambat pemanasan global?

Sebuah laporan yang diminta oleh Kongres telah dipublikasikan di situs Gedung Putih. Ini menguraikan opsi penelitian yang terkait dengan proses yang dikenal sebagai Solar Radiation Modification (SRM).

img_title Bisakah AI Menggantikan Bos, Guru, hingga Dokter? Jawaban Bill Gates Bikin Banyak Orang Terkejut

Apa yang dilakukan dokumen tersebut adalah mendekati masalah geoengineering surya dari kerangka kerja 'risiko intervensi vs risiko tidak ada tindakan'.

Dokumen setebal 44 halaman itu diminta oleh Kongres dalam laporan kebijakan yang menyertai RUU Alokasi Anggaran 2022.

img_title Matahari Tepat di Atas Ka’bah saat Puncak Haji, Fenomena Astronomi Langka Terjadi Pekan Ini

Hal ini menyulap beberapa cara untuk membatasi jumlah sinar Matahari yang mencapai Bumi, seperti injeksi aerosol stratosfer (SAI) untuk melipatgandakan jumlah aerosol di stratosfer, guna memantulkan sinar Matahari menjauh dari planet seperti yang terjadi secara alami setelah letusan gunung berapi.

Dengan pencerahan awan laut – untuk meningkatkan tutupan awan di atas lautan – Awan cirrus menipis, atau mengurangi jumlah awan cirrus yang terbang tinggi, yang memantulkan radiasi Matahari ke Bumi.

"Rencana penelitian ini berfokus pada peningkatan pemahaman tentang potensi dampak SRM, bukan pada teknologi yang diperlukan untuk penyebaran. Sebagian besar penelitian ini akan berkontribusi pada kemampuan kita untuk memahami proses iklim dasar dan efek emisi gas rumah kaca manusia, serta hasil dari SRM," kata dokumen.

Bumi dan Matahari yang dilihat dari luar angkasa.

Photo :
  • Getty Images

Laporan tersebut mengakui bahwa tidak ada rencana untuk membuat program penelitian komprehensif yang berfokus pada modifikasi radiasi Matahari, menurus situs Sputnik Globe, Senin, 10 Juli 2023.

Namun, saat laporan itu dipublikasikan, itu menimbulkan pukulan balik di internet. Idenya, meski hanya digariskan sebagai makalah penelitian, dicap sebagai 'kegilaan'.

Beberapa pengguna khawatir bahwa ini pada akhirnya akan menjadi upaya untuk 'melegalkan senjata iklim' sementara yang lain khawatir tentang konsekuensinya terhadap manusia, kehidupan tanaman, dan pasokan makanan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut