Embrio Tanpa 'Kolaborasi' Sperma, Sel Telur dan Rahim Berhasil Dikembangkan
- BBC.co.uk
VoxPop Tekno – Sebuah tim ilmuwan di Weizmann Institute, Israel berhasil menciptakan 'model embrio' yang sangat mirip dengan embrio manusia berusia 14 hari, tanpa menggunakan sperma, sel telur, atau bahkan rahim.
Para peneliti percaya bahwa embrio-embrio ini mempunyai potensi untuk menjelaskan berbagai aspek perkembangan awal manusia.
Hal ini juga dapat berkontribusi dalam meningkatkan tingkat keberhasilan bayi tabung (IVF) dan menguji keamanan obat-obatan selama kehamilan. Model embrio itu bahkan melepaskan hormon yang mengubah tes kehamilan menjadi positif.
Ilustrasi janin dalam rahim.
- rinagu.com
Ambisi dibuatnya model embrio adalah untuk memberikan cara etis dalam memahami momen-momen awal kehidupan. Minggu-minggu pertama setelah sperma membuahi sel telur adalah periode perubahan dramatis – dari kumpulan sel yang tidak jelas menjadi sesuatu yang pada akhirnya dapat dikenali melalui pemindaian bayi.
Masa krusial ini merupakan sumber utama keguguran dan cacat lahir, namun kurang dipahami. “Ini adalah kotak hitam dan bukan klise, pengetahuan kita masih terbatas,” kata Prof Jacob Hanna, dari Weizmann Institute of Science, melansir BBC, Jumat, 8 September 2023.
Penelitian ini menandai tonggak penting dalam bidang pemodelan embrio. Tim ilmuwan mengatakan bahwa model embrio sintetis ini memiliki semua struktur dan kompartemen yang khas pada tahap ini, termasuk plasenta, kantung kuning telur, kantung korionik, dan jaringan eksternal lainnya yang memastikan pertumbuhan model tersebut dinamis dan memadai.
“Dramanya banyak di bulan pertama, namun sisa delapan bulan kehamilan sebagian besar adalah pertumbuhan,” kata Profesor Jacob Hanna. “Tetapi bulan pertama tersebut sebagian besar masih berupa kotak hitam. Model embrio manusia yang diturunkan dari sel induk kami menawarkan cara yang etis dan mudah diakses untuk mengintip ke dalam kotak ini. Model ini sangat mirip dengan perkembangan embrio manusia yang sebenarnya, khususnya kemunculan embrio yang sangat halus, bak arsitektur."
Penelitian ini telah dipublikasikan di Nature. “Ini benar-benar gambaran buku teks tentang embrio manusia yang berumur 14 hari,” kata Prof Hanna, yang menambahkan bahwa hal ini belum pernah dilakukan sebelumnya.
Para peneliti mengatakan bahwa alih-alih sperma dan sel telur, bahan awalnya adalah naive stem cells yang diprogram untuk mendapatkan potensi menjadi jaringan apa pun di dalam tubuh, lapor BBC.
