Obat-Obatan Sintetis Banyak Beredar di Wilayah Ini

Ilustrasi narkoba.
Sumber :
  • dok. Pixabay

VoxPop Tekno – Obat-obatan sintetis berbahaya kini tengah berkembang dan berdedar makin luas di Timur Tengah.  

img_title Danantara Sambut Tawaran Kepemilikan Saham di Airport Madinah, Rosan: Kita Jajaki

Hal ini pun membuat pihak Arab Saudi buka suara dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan menekankan komitmen kerajaan itu untuk memerangi momok obat-obatan sintetis di Timur Tengah. 

 

img_title Tak Hanya Masyarakat RI, Istana Ungkap WN AS hingga Arab Saudi Ikut War Tiket Upacara HUT ke-81

Berbicara di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Pangeran Faisal berbicara tentang lonjakan metamfetamin yang dibuat di negara-negara yang kurang stabil dan aman. 

 

img_title Purbaya: Eskalasi Konflik Timur Tengah Dorong Imbal Hasil SBN ke 7,14 Persen

Ilustrasi narkoba

Photo :
  • dok. Pixabay

 

"Kita telah melihat pertumbuhan pesat obat-obatan sintetik di negara kita dan kita melihat dampak yang sangat buruk terhadap masyarakat kita, dan hal ini mendorong keterlibatan kita dalam masalah ini,” ujarnya, melansir Al Arabiya, Rabu, 20 September 2023. 

 

Arab Saudi telah menindak produksi dan peredaran obat-obatan terlarang di kerajaan tersebut, dengan ribuan penangkapan dalam beberapa tahun terakhir.

 

"Kami sangat prihatin dengan dampak kesehatan masyarakat dan kerugian sosial yang terkait dengan konsumsi obat-obatan sintetis non-medis dan tantangan yang terkait dengan pembuatan gelap, penyelundupan dan kejahatan terkait,” kata Pangeran Faisal. 

 

Narkoba yang membanjiri Timur Tengah termasuk Captagon, sebuah amfetamin yang dibuat di Suriah. Pangeran Faisal memimpin delegasi Saudi pada Debat Umum tingkat tinggi di Majelis Umum PBB di New York. 

 

 

Dia juga berterima kasih kepada Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken karena memimpin koalisi internasional untuk mengatasi ancaman keamanan yang ditimbulkan oleh obat-obatan sintetis melalui kerja sama global. 

 

Pangeran Faisal akan menghadiri pertemuan tingkat menteri yang dijadwalkan dalam kerangka GCC, Organisasi Kerjasama Islam dan Liga Arab.

Proses keberangkatan jamaah haji melalui Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang

BPS Ungkap Haji 2026 Sumbang Rp8,78 Triliun ke Ekonomi RI, Belanja Jamaah Masih Banyak Mengalir ke Arab Saudi

BPS mencatat kontribusi penyelenggaraan haji 2026 terhadap ekonomi Indonesia mencapai Rp8,78 triliun. Porsi belanja domestik dinilai masih bisa ditingkatkan.

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut