Hati-hati Terkecoh sama Galon Kemasan PET
- Pixabay.
"Kalau mau aman itu, ya, bisa menggunakan bahan organik, degradable, dan aman seperti plastik berbasis pati, lipid, rumput laut atau campuran dan turunannya. Tapi itu kan mahal cost-nya, tidak efisien untuk industri," jelas Andri.
![]()
Peneliti Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan dan SEAFAST Center Institut Pertanian Bogor Nugraha Edhi Suyatma mengatakan plastik PC memiliki banyak keunggulan dibandingkan dari PET. Plastik PC lebih fleksibel sehingga lebih tahan dari risiko pecah/retak.
Plastik PC juga memiliki ketahanan gores dan ketahanan benturan hingga suhu yang lebih baik, sehingga tahan untuk dicuci dengan suhu panas antara 60-80 derajat Celcius dengan penyikatan menggunakan sikat plastik tanpa menyebabkan kerusakan pada permukaan kemasan. Sedangkan, galon PET selalu baru karena hanya digunakan sekali.
Namun, galon PET memiliki risiko lebih mudah tergores saat dilakukan pencucian dengan menggunakan sikat. "Perbandingan PC dan PET ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi konsumen dalam memilih produk AMDK dengan galon plastik sesuai kebutuhannya," papar Nugraha.
Dosen Ilmu Pangan Universitas Jenderal Soedirman, Karseno, menambahkan jika kemasan pangan apapun yang sudah kategori food grade sebenarnya tidak masalah untuk digunakan.
Ia melanjutkan pangan yang berada dalam kemasan tersebut juga aman untuk dikonsumsi publik. Kategori kemasan pangan berstandar food grade juga tentu memiliki standarisasi ketat dan tersertifikasi.
Hal ini untuk memastikan bahwa kemasan tersebut tidak akan memberikan dampak kepada konsumen. "Jadi, kemasan juga sudah diuji oleh lembaga resmi. Dalam uji kemasan itu terdapat uji migrasi bahan kimia kemasan ke produk, tidak bisa hanya klaim sepihak," tutur Karseno.
