Chandrayaan-3 Ciptakan Lingkaran Cahaya di Bulan

Ilustrasi misi ke Bulan.
Sumber :
  • Fortune

Dengan menggunakan citra pankromatik resolusi tinggi dari Orbiter High-Resolution Camera (OHRC) dari pengorbit Chandrayaan-2, para ilmuwan India telah mengungkapkan bahwa rangkaian pendaratan pendarat Vikram menggantikan ejecta epiregolith bulan di area sekitar 108,4 meter persegi.

img_title Prabowo: Prambanan Simbol Persaudaraan RI-India Selama Seribu Tahun

Gambar-gambar tersebut, diambil beberapa jam sebelum dan sesudah peristiwa pendaratan, memungkinkan para ilmuwan memetakan dan mengklasifikasikan piksel 'ejecta halo' yang tidak berkorelasi. Para ilmuwan memperkirakan sekitar 2,06 ton epiregolit bulan terlempar akibat peristiwa pendaratan tersebut.

Ilustrasi Bulan.

Photo :
  • Twitter/@ikhsan_jayaa
img_title Satelit Buatan Indonesia Bakal Diluncurkan di India pada 2027

Penemuan ini penting karena memberikan wawasan berharga tentang perilaku material bulan selama pendaratan. Hal ini juga membuka jalan baru untuk penelitian dan pemahaman geologi bulan.

Keberhasilan pendaratan lunak pendarat Vikram dan pengumpulan data selanjutnya menggarisbawahi semakin besarnya kecakapan India dalam eksplorasi ruang angkasa.

img_title Gandeng India, Indonesia Mau Bangun Bandara Antariksa di Biak pada 2027

Secara umum, ejecta halos dapat mengungkap informasi tentang sejarah dampaknya terhadap Bulan. Dengan memeriksa distribusi dan karakteristik ejecta halo di sekitar kawah bulan, para ilmuwan dapat memperoleh wawasan tentang frekuensi dan ukuran peristiwa dampak dari waktu ke waktu.

Material yang dipindahkan juga dapat memberikan informasi penting tentang komposisi tanah dan batuan bulan. Pergerakan dan distribusi puing-puing di permukaan bulan dapat memberi informasi kepada para ilmuwan tentang dinamika regolith (tanah bulan). Hal ini dapat mencakup proses seperti pergerakan partikel debu halus dan bagaimana materi didistribusikan di Bulan.

CEO Meta Platform, Mark Zuckerberg

India Beri Waktu 3 Hari Mark Zuckerberg Minta Maaf

India memberi waktu 3 hari kepada CEO Meta, Mark Zuckerberg untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung atas pemblokiran sementara unggahan PM Narendra Modi di FB

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut