AI Jadi 'Game Changer'
- Analytics Insight
Hal ini dipengaruhi, salah satunya, karena investor yang masih 'wait and see'. Namun demikian, ada juga investor yang tetap berinvestasi meski pemilu masih berlangsung, khususnya untuk sektor makanan dan minuman serta otomotif karena peluang konsumsi domestik yang besar.
Direktur Center of Economics and Law Studies/Celios, Bhima Yudhistira Adinegara.
- VoxPop/Lazuardhi Utama
Akan tetapi, tantangan yang harus diperhatikan pemerintah adalah bagaimana cara menjaga konsumsi rumah tangga dalam mendukung stabilitas ekonomi. "Saya memprediksi efek pemilu hanya mempengaruhi 0,3-0,4 persen dari PDB," ungkap Bhima.
Ia juga memprediksi perekonomian Indonesia akan tumbuh di angka 5 persen untuk best scenario, dan 4,7-4,9 persen dengan skenario moderat pada 2024. Faktor yang tidak bisa diprediksi seperti ekspor dan investasi masih akan menjadi tantangan.
"Tugas pemerintah sekarang adalah bagaimana caranya agar masyarakat yang masuk kategori menengah ke atas untuk mulai banyak spending di dalam negeri daripada ke luar negeri. Untuk pelaku usaha, saya mendorong untuk fokus dengan hal yang berhubungan dengan isu keberlanjutan seperti ESG (Environment, Social and Governance)," paparnya.
