Seorang Remaja Mengaku Diperkosa di Dunia Digital Metaverse, Langsung Lapor Polisi

Metaverse.
Sumber :
  • Panda Security

VoxPop Digital – Kegiatan kriminal memang sudah tak jarang terjadi di platform digital, seperti penipuan, pencurian identitas pribadi dan lainnya. 

img_title Capcom Yakin Peralihan ke Game Digital Tak Akan Ganggu Penjualan

Namun, baru-baru ini, seorang remaja mengaku ia telah diperkosa di dunia digital. 

Gadis tersebut, yang diduga berusia di bawah 16 tahun, dikatakan mengalami trauma setelah avatarnya, yaitu karakter digital pribadi miliknya, "diserang secara seksual” oleh sekelompok orang asing di dunia maya.

img_title Manfaatkan AI, Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga Integrasikan Braze Layani Pelanggannya

Ilustrasi kekerasan pada anak

Photo :
  • Pixabay/Gerd Altmann

Polisi Inggris kini sedang menyelidiki kasus dugaan pemerkosaan dalam permainan realitas virtual tersebut di metaverse online. 

img_title Teknologi AI Mulai Masuk ke Bank Daerah

Korban memakai headset saat kejadian tersebut terjadi, tetap tidak terluka karena tidak terjadi penyerangan fisik. Rincian lebih lanjut tentang kasus ini dirahasiakan untuk melindungi anak tersebut, karena masih di bawah umur dan karena kekhawatiran bahwa tindakan hukum atas penyerangan online tersebut mungkin tidak dapat dilakukan.

Meskipun korban tidak mengalami cedera fisik apa pun, sumber polisi mengatakan bahwa dia mungkin mengalami trauma yang sebanding dengan korban pemerkosaan di kehidupan nyata. 

"Ada dampak emosional dan psikologis pada korban yang memiliki dampak jangka panjang dibandingkan cedera fisik apa pun,” kata seorang perwira senior kepolisian kepada Daily Mail, dilansir Sabtu, 6 Januari 2024.

Namun, pihak berwenang Inggris khawatir bahwa mengadili kasus ini berdasarkan undang-undang yang ada, yang mendefinisikan kekerasan seksual sebagai “sentuhan fisik” non-konsensual dalam bentuk seksual, akan menjadi sulit dilakukan.

Investigasi tersebut mendapat kritik dari mereka yang mempertanyakan apakah polisi harus mengalokasikan waktu dan sumber daya mereka yang terbatas untuk menyelidiki kejahatan metaverse sementara kasus pemerkosaan secara langsung terus meningkat. 

Menurut Rape Crisis England & Wales, antara Juli 2022 dan Juni 2023, 68.109 pemerkosaan dicatat oleh polisi dan pada akhir 12 bulan tersebut, tuntutan hanya diajukan pada 2,2 persen (1.498) kasus. 

Namun, Menteri Dalam Negeri Inggris James Cleverly memihak penyelidikan yang sedang berlangsung.

"Seseorang yang bersedia membuat seorang anak mengalami trauma seperti itu secara digital, mungkin adalah seseorang yang terus melakukan hal-hal buruk di dunia fisik," ujarnya.

"Saya tahu mudah untuk menganggap hal ini tidak nyata, namun inti dari lingkungan virtual ini adalah bahwa lingkungan tersebut sangat mendalam,” lanjut Cleverly. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut