Meninggal Dunia dan Dikubur di Bulan, Kenapa Tidak!

Ilustrasi Bulan.
Sumber :
  • Pixabay

Amerika Serikat – NASA bakal mengirimkan lima muatan dalam misi belum lama ini. Ada muatan dari Celestis dan Elysium, serta dua perusahaan yang memungkinkan orang membayar untuk mengirimkan sisa-sisa kremasi orang yang mereka cintai ke luar angkasa dalam apa yang disebut "penerbangan antariksa peringatan."

img_title Asal-usul Ibrahim Al Abrar, Bocah SD di Desa Boyolali yang Dapat 'Surat Cinta' dari NASA

Celestis mengatakan bahwa mereka akan mengirimkan jasad dari hampir 70 orang serta sampel DNA dari ilmuwan dan penulis Sir Arthur C. Clarke, yang turut menulis skenario film 2001: A Space Odyssey.

Ilustrasi astronot yang sedang bercocok tanam di Bulan.

Photo :
  • Getty Images
img_title Masih Ingat Gary McKinnon? Hacker yang Pernah Menghebohkan Pentagon dan NASA Kini Jadi Produser Musik

"Sejujurnya, meskipun kami menghormati keyakinan setiap orang, kami tidak menemukan kekhawatiran Tuan Nygren sebagai sesuatu yang menarik," kata CEO dan salah satu pendiri Celestis, Charles M. Chafer, dalam sebuah pernyataan.

Chafer mengatakan bahwa dia percaya keberatan agama tidak boleh dibiarkan menggagalkan upaya umat manusia di luar angkasa, dan bahwa klien perusahaan menganggap penerbangan antariksa peringatan mereka sebagai "perayaan yang tepat - kebalikan dari penodaan."

img_title Yayasan Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat Hidupkan Muharram dengan Kepedulian Bagi Anak Yatim

Kemudian, rencana untuk mendaratkan jenazah manusia di bulan sebagai bagian dari peluncuran roket memicu kritik dari kepala suku Navajo, yang mengatakan bahwa hal tersebut akan menodai benda langit yang disakralkan oleh banyak suku.

Dilansir VoxPop Tekno dari NPR, Selasa, 9 Januari 2024, Buu Nygren, Presiden Suku Navajo, mendesak NASA atau pejabat pemerintah lainnya dalam sebuah pernyataan pekan lalu untuk mengatasi kekhawatiran suku tersebut sebelum peluncuran.

"Bulan memiliki tempat sakral dalam kosmologi Navajo," tulisnya. "Saran untuk mengubahnya menjadi tempat peristirahatan bagi jasad manusia sangat mengganggu dan tidak dapat diterima oleh masyarakat kami dan banyak negara suku lainnya."

Misi ini tidak dijalankan oleh NASA melainkan oleh perusahaan swasta, yang merupakan pertama kalinya perusahaan Amerika mendaratkan pesawat di bulan.

Peregrine Mission One meluncur ke luar angkasa dengan roket United Launch Alliance yang mengangkut pendarat bulan yang dibuat oleh perusahaan Astrobotic, yang akan membawa beberapa muatan ke bulan. Pendarat Peregrine diperkirakan akan mendarat di bulan pada 23 Februari.

Ilustrasi Bulan.

Photo :
  • Twitter/@ikhsan_jayaa

Wakil administrator asosiasi untuk eksplorasi NASA, Joel Kearns, mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada hari Kamis bahwa, meskipun badan tersebut menanggapi kekhawatiran dari Navajo Nation dan lainnya dengan "sangat serius", mereka hanya memiliki sedikit pengawasan atas misi yang dijalankan oleh sektor swasta.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut