Planet Aneh 'Phoenix' Ditemukan dengan Teleskop TESS NASA

Ilustrasi planet ekstrasurya Phoenix dalam sorotan bintang induknya.
Sumber :
  • Space.com

VoxPop Tekno – Sebuah planet aneh yang ditemukan dengan Teleskop Survei Exoplanet Transit (TESS) NASA membuat para astronom kebingungan.

img_title Deretan Game Sepak Bola Paling Realistis Saat Ini, Bikin Pemain Serasa Jadi Bintang Dunia

Meskipun terus-menerus terkena radiasi dari bintang induknya yang merupakan raksasa merah, planet ini, yang diberi nama "Phoenix," berhasil mempertahankan atmosfernya.

Planet ini juga lebih kecil, lebih tua, dan lebih panas daripada yang diperkirakan para ilmuwan. Secara teori, planet luar surya atau "eksoplanet" ini seharusnya hanya berupa batuan tanpa atmosfer karena sangat dekat dengan bintang induknya, TIC 365102760, yang berjarak sekitar 1.800 tahun cahaya dari Bumi.

img_title Ramalan 12 Zodiak Sabtu, 13 Juni 2026: Cek Peluang Karier, Cinta dan Keuanganmu di Sini!

Namun, planet yang dijuluki "Phoenix" ini tetap memiliki atmosfer yang tebal dan utuh meskipun berada di lingkungan yang ekstrem.

Ilustrasi planet baru atau planet yang baru lahir.

Photo :
  • Newsweek
img_title Nama-nama Pemain yang Belum Banyak Disorot, Tapi Bisa Jadi Kejutan Besar di Piala Dunia 2026

Ilustrasi planet baru atau planet yang baru lahir.

Photo :
Phoenix, atau secara resmi disebut TIC 365102760 b, termasuk dalam kategori planet langka yang disebut "Neptunus panas." Planet-planet ini memiliki radius yang lebih kecil dari Jupiter tetapi lebih besar dari Bumi.

Berbeda dengan Neptunus di tata surya kita yang merupakan raksasa es, Neptunus panas berada relatif dekat dengan bintang induknya.

Meskipun Phoenix adalah "penyintas" yang luar biasa, para peneliti memperkirakan bahwa planet ini akan jatuh ke dalam bintang raksasanya dalam sekitar 100 juta tahun.

Penemuan Phoenix menunjukkan keberagaman eksoplanet yang ada di seluruh alam semesta dan menggambarkan bahwa sistem planet bisa berevolusi dengan berbagai cara.

Ilustrasi planet ekstrasurya Phoenix dalam sorotan bintang induknya

Photo :
  • Space.com

"Planet ini tidak berevolusi seperti yang kita kira. Tampaknya memiliki atmosfer yang jauh lebih besar dan kurang padat daripada yang kami perkirakan untuk sistem seperti ini," kata Sam Grunblatt, astrofisikawan dari Universitas Johns Hopkins dan pemimpin tim penelitian yang dikutip dari Space.com pada Kamis, 6 Juni 2024. 

"Bagaimana atmosfernya bisa bertahan meskipun sangat dekat dengan bintang induk yang besar adalah pertanyaan besar."

TIC 365102760 adalah bintang raksasa merah, yang berarti telah menghabiskan sekitar 10 miliar tahun mengubah hidrogen menjadi helium di intinya. Ketika bahan bakar hidrogen untuk proses fusi nuklir habis, energi yang mendukung bintang tersebut melawan gravitasinya sendiri juga berakhir. Ini menyebabkan inti bintang tersebut runtuh sementara lapisan luarnya mengembang hingga 100 kali lipat lebar aslinya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut